by

Polres Cilacap Lakukan Penyelidikan Kasus Pemerasan Pengrajin Jamu Oleh Oknum Perwira Mabes Polri

-hukum, Update-dibaca 12.17Rb kali | Dibagikan 66 Kali

Kepolisian Resor (Polres) Cilacap membetuk tim khusus untuk menyelidiki dan mendalami kasus dugaan pemerasan sejumlah pengrajin jamu di Kabupaten Cilacap. Pemerasan tersebut diduga dilakukan oleh oknum Polisi di Mabes Polri.

Kita sedang melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Penyelidikan ini sementara masih terus berjalan, karena masih perlu digali lagi ke lapangan. Tim sudah dibentuk, tim yang dibentuk sudah mulai bergerak,” kata Kapolres Cilacap, AKBP Dery Agung Wijaya.

Ia menyampaikan, saat ini proses penyelidikan masih terus berjalan, untuk perkembangannya, pihaknya akan memberikan informasi lebih lanjut nanti. Sebelumnya, sejumlah perajin jamu di Kabupaten Cilacap berdemonstrasi di lapangan Desa Gentansari Kecamatan Kroya, Senin (5 Oktober 2020).

Mereka mengaku mengalami pemerasan seorang oknum polisi. Mulyono, salah seorang pengrajin jamu mengaku, kejadian tersebut sudah berlangsung lama, namun akhir-akhir ini periode Februari – Oktober, oknum Polisi itu muncul lagi dan melakukan pemerasan kepada sejumlah pengrajin jamu. Jumlah yang diminta pun cukup fantastis, paling sedikit Rp 500 juta dan terbanyak Rp 2,5 miliar. Jika diakumulasikan total uang mencapai lebih dari Rp 7 miliar.

“Modusnya kita ditangkap karena melanggar undang-undang. Tuntutan kami segera hentikan tindakan AKBP Agus Wardi dalam melakukan pemerasan. Kami memohon kepada Bapak Presiden, Kapolri dan Kabareskrim untuk membina kami para pengrajin jamu asli Jawa,” ungkapnya.

Ia mengatakan, selain dilakukan oleh Polres Cilacap, penyelidikan juga dilakukan oleh tim dari Mabes Polri.

“Karena kejadian di wilayah Cilacap jadi ya timnya kita, yang disana diselidiki oleh Mabes Polri,” katanya.

 

 

Comment

Berita Lainnya