Politikus Hanura Duga Penghidupan GBHN Agar Presiden Dipilih MPR

By: On: Dibaca: 14,687x
Politikus Hanura Duga Penghidupan GBHN Agar Presiden Dipilih MPR

Rencana penghidupan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN) lewat amandemen UUD 1945 diduga akan menjadi target  untuk menjadikan pemilihan presiden dilakukan oleh MPR, bukan rakyat.

“Saya menduga, tujuan untuk menjadikan MPR lembaga tertinggi negara bukan? Ujung-ujungnya adalah pemilihan presiden di MPR,” kata Politikus Partai Hanura Inas Nasrullah  Selasa (13 Agustus 2019).

Penghidupan GBHN itu pun dinilai supaya pembangunan di Indonesia lebih terarah. Inas justru menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan Presiden Joko Widodo sejauh ini sudah benar.

” Saya pesimis lewat amandemen tersebut penyelenggaraan negara jadi lebih baik. Apakah akan lebih baik jika di amandemen? Jika sama saja maka buang-buang waktu saja. Apa sekarang ini Jokowi tidak terarah? Kan arahnya sudah benar dan bagus. Untuk apa lagi (GBHN)?”,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai GBHN diperlukan agar pembangunan di Indonesia tidak terputus. Tjahjo menyebut GBHN juga diperlukan agar presiden memenuhi janji-janji kampanye.

Dia menjelaskan bahwa negara yang besar memerlukan perencanaan jangka panjang. Saat pemerintahan Presiden ke-2 RI Soeharto, perencanaan jangka panjang dijabarkan dalam rencana pembangunan lima tahun (Repelita)

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!