Polisi Tak Akan Usut Akun Twitter @hendralm

By: On: Dibaca: dibaca 16.93Rbx
Polisi Tak Akan Usut Akun Twitter @hendralm

Kepolisian Republik IndonesiaI tidak akan mengusut akun Twitter @hendralm yang memviralkan indikasi kasus jual-beli data kartu keluarga ( KK) dan nomor induk kependudukan ( NIK) melalui media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menerima surat aduan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengenai dugaan penyalahgunaan data kependudukan. Dugaan Jual Beli Data Berdasarkan dugaan sementara, akun yang diusut melakukan dugaan pencemaran nama baik terhadap Dukcapil. Sebab, data kependudukan dijamin keamanannya sehingga tidak bocor.

Baca Juga : Kemendagri dan Hendra Hendrawan Berdialog isu jual beli data e-KTP dan Kartu Keluarga (KK)

” Nanti kami ekspose. Sudah berhasil diidentifikasi, kalau sudah, nanti kami ekspos. Bukan, bukan (@hendralm) itu, banyak (akun).,” tuturnya di Gedung Bareskrim (1 Agustus 2019).

Menurut Dedi, data kependudukan yang diambil oleh para pemulung identitas tersebut didapat dari tempat umum, misalnya saat registrasi masuk ke hotel.

Sebelumnya, akun Twitter @hendralm mengungkap informasi mengenai jual-beli data KK dan NIK. Informasi ini diunggah pemilik pada Jumat (26/7/2019). Hendra mengunggah foto yang berisi jual beli data pribadi yang dilakukan sejumlah akun di media sosial.

Baca Juga : Twitter @hendralm Berkicau,  Data e-KTP dan KK Warga Diperjualbelikan

“Ternyata ada ya yang memperjualbelikan data NIK + KK. Dan parahnya lagi ada yang punya sampai jutaan data. Gila gila gila,” tulis Hendra dalam unggahannya itu.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!