Menu
Media Online Terpercaya

Polisi Konsentrasi Pantau Jalan Tikus dan Travel Gelap Saat Larangan Mudik Lebaran 2021

  • Share
Ilustrasi. Foto: Media Indonesia

Larangan mudik lebaran tahun ini sepanjang 6-17 Mei 2021 diterpakan. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona alias Covid-19 di dalam negeri. Aturan itu tertuang dalam urat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

“Pada kasus tertentu, petugas bisa melakukan tindakan hukum ataupun penilangan,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo belum lama ini.

Ia menambahkan, kasus tertentu dimaksud ialah pemudik menggunakan jasa travel gelap atau pengendara menawarkan jasa tersebut. Mereka akan dikenakan sanksi sesuai Pasal 308 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009.

“Pada aturan itu, disebutkan bahwa pengemudi kendaraan yang tidak memiliki izin angkutan orang dalam trayek atau izin angkutan orang tidak dalam trayek terancam pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,” tegasnya.

Ia menegaskan. sejalan dengan hal itu, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sudah mendirikan pos penyekatan di beberapa wilayah untuk mencegah kendaraan bermotor yang ingin ke luar kota, baik di jalan utama, tol, sampai jalur tikus.

“Tapi untuk orang dalam keadaan darurat, bisa menyertai surat tugas maupun keterangan terkait sesuai ketentuan,” katanya.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Stiyadi menambahkan, bila ada warga yang masih nekat melakukan mudik, pengendara bakal diminta untuk putar balik oleh petugas di lapangan. Bila ada warga yang lolos dari penyekatan atau pengawasan, pemudik wajib dikarantina selama 5 hari di kampung halaman

“Kalau ada yang lolos atau di luar pengamatan karena lewat jalan tikus dan sebagainya, lalu sampai ke daerah, itu ada kewajiban untuk karantina 5 hari di daerah masing-masing,” ucapnya.

Ia menuturkan, wajib karantina merujuk ketentuan yang ditetapkan Satgas Penanganan Covid-19. Hal itu tertuang dalam SE Nomor 13 Tahun 2021. Budi mengatakan, karantina wajib bagi pemudik yang nekat ini akan dilakukan oleh gugus tugas Covid-19 di daerah. Oleh sebab itu pihaknya terus melakukan sosialisasi pada pemerintah daerah

“Kami lakukan rakor untuk menyamakan persepsi mengenai SE 13, bahwa ada kewajiban melakukan isolasi 5 hari (bagi pemudik yang lolos), ini sudah dipahami gubernur, walikota, bupati yang akan laksanakan di lapangan,” kata Budi.

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *