by

Polisi di Tegal Kota Waspadai Modus Travel Gelap Curi Kesempatan Untuk Mudik

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tegal Kota mengantisipasi adanya modus-modus baru, pihaknya melakukan penyekatan pemudik dengan selektif. Utamanya kendaraan yang bernomor polisi dari luar kota, seperti Jakarta dan Jawa Barat

“Semua kendaraan dari luar kota, kita lakukan pengecekan KTP, tujuannya kemana, dan asal keberangkatan dari mana,” tutur Kasatlantas Polres Tegal Kota, AKP Bakti Kautsar Ali, Sabtu  (2 Mei 2020)

Ia menjelaskan, pemerintah sudah menerapkan larangan mudik, berbagai macam modus dilakukan pemudik untuk bisa pulang ke kampung halaman. Di antaranya, menggunakan agen travel gelap, ngumpet di dalam truk, melakukan perjalanan estafet dan lain sebagainya.

“Paling modusnya pemudik melakukan perjalanan estafet antar kota. Rata-rata yang masuk ke Tegal, itu lewatnya dari jalur Cirebon,” ungkapnya.

Menurutnya, pemudik sengaja turun di suatu kota, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus. Sampai dengan saat ini, sudah ada 35 kendaraan yang diminta untuk putar balik. Jumlah tersebut terdiri, mobil pribadi yang tujuannya mudik, bus membawa penumpang dari Cirebon, Elf dari Indramayu dan lainnya.

“Kemarin kita temukan bus dari Cirebon yang bawa penumpang, dan elf dari Indramayu. Kita langsung minta putar balik,” katanya.

Ia mengungkapkan, yang perlu diwaspadai adalah saat menjelang Lebaran. Dirinya memprediksi, banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor. Meski demikian, pihaknya akan mengupayakan pengetatan penyekatan menjelang Lebaran.

“Saya harap masyarakat yang ada di perantauan agar nurut dan patuh terhadap imbauan dari pemerintah. Ini supaya kita semua selamat dari penularan virus korona. Jadi mohon untuk tidak mudik,” tuturnya.

 

 

Comment

Feed Berita