by

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Menyerukan KPU Tunda Pilkada Serentak

-Politik, Update-dibaca 5.58Rb kali | Dibagikan 13 Kali

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membahas kemungkinan peninjauan kembali pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 dengan Kementerian Dalam Negeri, DPR, dan instansi terkait.

Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 yang akan digelar beberapa bulan ke depan menjadi polemik di tengah meluasnya pandemi Covid-19.

PP Muhammadiyah juga mengimbau KPU meninjau kembali jadwal pelaksanaan maupun aturan kampanye dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020 yang kemungkinan dapat melibatkan kerumunan orang.

“Keselamatan masyarakat jauh lebih utama dibandingkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19,” ujar Ketua Umum pimpinan pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nasir.

Menurutnya, selama lebih dari satu semester, pandemi Covid-19 menimbulkan masalah kesehatan, ekonomi, sosial-budaya, mental-spiritual, politik, dan sebagainya.

PP Muhammadiyah juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi secara menyeluruh dan bila perlu mengambil alih dan memimpin langsung penanganan Covid-19.

Menurutnya, peninjauan tersebut agar penanganan Covid-19 lebih efektif, terarah dan maksimal sehingga tidak terjadi klaster baru penyebaran virus corona pada Pilkada.

“Kehadiran Presiden sangat diperlukan di tengah gejala kinerja dan sinergi antarkementerian yang lemah,” tutur Dr Haedar Nasir

PP Muhammadiyah menilai Presiden perlu mengevaluasi para menteri agar meningkatkan performa dan profesionalitas kerja sehingga tidak menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, khususnya presiden.

“Penyelamatan jiwa manusia merupakan sesuatu yang terpenting dari lainnya sebagaimana perintah Konstitusi agar negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,” katanya.

PP Muhammadiyah menilai pemerintah pusat dan pemerintah daerah telah bekerja keras menangani pandemi Covid-19, meskipun belum menunjukkan hasil yang maksimal. Perkembangan jumlah kasus virus corona yang terus meningkat membuat Pimpinan Pusat Muhammadiyah sangat prihatin dan khawatir dengan keadaan tersebut

Comment

Berita Lainnya