by

Pilkada Diharap Menjadi Maruah Demokrasi

-Politik-dibaca 88.52Rb kali | Dibagikan 18 Kali

 

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Purbalingga, Soberi mengharapkan situasi politik yang tenang jelang Pilkada menjadi titik awal kembalinya muruah atau kehormatan dari demokrasi yang saat ini sudah tidak melenceng.

“Sejak reformasi 1998, demokrasi mengalami perjalanannya, mulai dari eforia masyarakat di jalan, panggung hingga puncaknya saat Pileg lalu dengan politik uang. Diharap Pilkada kali ini demokrasi kembali pada khitahnya (tujuan dasar-red),” katanya, Selasa (15/9).

Menurutnya, dengan kondisi yang tenang saat ini, rakyat tidak terpecah belah dan tetap bisa menjalankan aktifitasnya, namun akhirnya mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan keinginan rakyat itu saat pilkada selesai.

Namun, akan muncul pertanyaan, apakah masyarakat yang tenang itu tahu siapa calon yang akan dipilih. Jika tidak, maka itu menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu. Sebab dengan aturan yang ada saat ini, pergerakan partai politik sangat dibatasi.

“Parpol mau bergarak dibatasi oleh aturan. Karena itu, sosialisasi mutlak harus dilakukan KPU secara menyeluruh hingga ke elemen masyarakat paling kecil,” katanya.

Sementara itu, terkait pemenangan, PAN Purbalingga akan bergerak untuk memenangkan pasangan Tasdi-Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) sesuai dukungan yang telah diberikan saat pencalonan waktu itu. Langkah yang dilakukan dimulai dari memantapkan jiwa tempur pengurus struktural. Setelah itu tinggal mempelajari kondisi masyarakat pemilih dan membentuk opini pilkada yang tanpa uang.

“Opini masyarakat saat ini, amplopnya berapa, sebagai imbas dari Pileg lalu. Nah strategi kami kemudian membentuk opini tandingan yaitu tidak pakai uang. Setelah itu baru masyarakat diberi pencerahan sebagi warga negara yang memiliki hak dan kewajiban dalam berdemokrasi. Terlepas nanti mereka tidak ikut memilih tanpa uang, toh Pilkada akan tetap berjalan dan akan muncul pemenangnya,” terangnya.

Comment

Berita Lainnya