Menu
Media Online Terpercaya

PGRI Menilai Sekolah Tatap Muka di Jakarta Tak Ikuti Arahan Jokowi

  • Share
Unifah Rosyidi
Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di DKI Jakarta dinilai tak mengikuti arahan dari Presiden Joko Widodo. Seharusnya Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengevaluasi kembali proses PTM terbatas yang sudah berlangsung.

“Itu harus dievaluasi. Memang ada antusiasme orangtua, siswa dan guru (untuk sekolah tatap muka). Tapi sekarang kan yang paling utama keselamatan dan keamanan,” kata Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi, Senin (14 Juni 2021).

Sebelumnya lanjut Unifah, Presiden Jokowi meminta PTM di sekolah maksimal berlangsung dua jam setiap harinya, dengan hanya dua hari dalam seminggu, serta siswa yang hadir dalam di sekolah hanya 25 persen.

“Pemprov DKI tetap menggunakan skema uji coba PTM pada tahap pertama. Skema yang digunakan yaitu jumlah siswa di kelas maksimal 50 persen, durasi belajar 3-4 jam per hari, serta tiga hari dalam seminggu. Harusnya enggak usah memaksakan diri untuk melakukan pembelajaran yang lebih dari yang Presiden sampaikan,” kata Unifah.

Unifah menilai langkah Disdik DKI yang tak mengikuti arahan Presiden Jokowi itu hanya akan meningkatkan resiko penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Apalagi saat ini kasus Covid-19 di Jakarta juga sedang meningkat pesat.

“Intinya tidak usah paksakan pembelajaran tatap muka, apalagi kasus Covid-19 sedang naik-naiknya sekarang,” kata Unifah.

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *