by

PGRI Cabang Pengadegan Pastikan Siswa yang Mengungsi Tetap Semangat Belajar dan Patuhi Protokol Kesehatan Covid

-Pendidikan, Update-dibaca 4.60Rb kali | Dibagikan 28 Kali

Yo Ayo…Pada Dadi Wayang – Adi Dang Kling..Kling – Adi Dang Krok…Krok – Ana Buta Ijo…Jo – Tek Sunduk Nganti Mati…Ti

 Itulah cuplikan syair lagu dolanan bocah yang dinyanyikan Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)  Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga bersama para peserta didik yang sedang mengungsi di SD Negeri 2 Tumanggal.

Baca Juga: Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Pengadegan Purbalingga Salurkan 260 Sak Semen untuk Korban Tanah Gerak di Dusun Pagersari Tumanggal

Baca Juga: Pergerakan Tanah Lempung Berpasir  Pemicu Bencana Tanah Bergerak di Dusun Pagersari, Tumanggal Pengadegan, Purbalingga

Baca Juga: Relokasi dan Renovasi Akibat Tanah Bergerak Desa Tumanggal Purbalingga Tunggu Hasil Mitigasi Tim Ahli

Di tangan kanan mereka memegang wayang suket. Keceriaan terlihat dari wajah mereka, seakan telah lupa kejadian bencana yang mengakibatkan185 rumah terdampak dan 85 rumah rusak berat. Sudah lebih sepuluh hari sejak Kamis (3 Desember 2020), 68 orang siswa Dusun Pagersari, Desa Tumanggal, Purbalingga meninggalkan rumahnya karena terdampak bencana tanah bergerak.

Baca Juga: Sungai Klawing Kembali Meluap, Dua Perumahan di Desa Jetis dan Toyareka Kemangkon Terendam Banjir

Baca Juga:  Pramuka Peduli Purbalingga Siap Siaga di Dapur Umum Bencana Banjir

Suasana bertambah meledak, ketika satu orang pengurus PGRI Cabang Pengadegan, Kusno yang juga Kepala SD Negeri 1 Tetel mengajak bergoyang pinggung dengan memerankan tokoh wayang anggota Pramuka. Lagu “Disini Senang, Disana Senang” pun menggema dinyanyikan oleh seluruh peserta yang tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19

Baca Juga: PGRI Purbalingga Dorong Kemendikbud Terbitkan Kurikulum Pendidikan Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Baca Juga: Kwarcab Purbalingga Gelar Trauma Healing dan Bagikan Masker di Lokasi Bencana Alam Tanah Bergerak Dusun Pagersari

“Anak-anak, anggaplah sekarang ini, kalian sedang berkemah bukan sedang mengungsi. Jadi, kalian harus senang, gembira dan ceria,” ajak Kusno dengan memainkan wayang Pramuka di halaman SD Negeri 2 Tumanggal

Acara ini digagas oleh PGRI Cabang Pengadegan usai menyerahkan bantuan material semen sebanyak 260 sak secara simbolis kepada Kepala Desa Tumanggal Surati di Balai Desa Tumanggal Sabtu (12 Desember 2020). Bantuan ini nantinya akan disalurkan untuk membangun kembali rumah-rumah yang rusak.

Ketua Cabang PGRI Kecamatan Pengadegan, Yunianto menuturkan, pihaknya menyelenggarakan dua kegiatan dalam waktu yang sama.

“Tadi sebelum kesini, kami sudah menyerahkan bantuan 260 sak semen secara simbolis kepada Bu Kades. Sekarang kami memastikan keberadaan anak-anak  peserta didik kami yang sedang mengungsi,” ungkapnya.

Yunianto yang merupakan Kepala SDN 1 Bedagas menambahkan, anak-anak  peserta didik ini harus tetap tabah menghadapi ujian dari Tuhan yang Maha Kuasa dan harus terus semangat belajar, walapun dengan segala keterbatasan tempat dan fasilitas.

“Kami harus terus memastikan, anak-anak tetap dapat belajar walapun dengan segala keterbatasan tempat dan fasilitas. Tetap sehat, tetap riang gembira dan ceria serta wajib melaksanakan protokol kesehatan Covid-19,” ungkapnya.

Untuk diketahui, para pengungsi menempati ruang kelas di SD Negeri 2 Tumanggal sejak Kamis (3 Desember 2020). Ketersediaan makanan dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan penyajiannya disiapkan oleh PMI dan para relawan. Demikian juga dengan masalah sanitasi serta telah melaksanakan protocol kesehatan pencegahan Covid-19.

 

 

Baca Juga:  Talud Longsor Tergerus Hujan Deras Timpa Rumah Warga di Pengadegan

 

Comment

Berita Lainnya