by

Petani Muda Milenial di Karangjambu Purbalingga Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

-Inspirasi, Update-dibaca 5.32Rb kali | Dibagikan 21 Kali

Pembentukan Asosiasi Pemuda Tani Kecamatan Karangjambu mendapatkan dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga terutama dari Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi dan UMKM. Asosiasi ini bertujuan untuk membangun kekompakan bersama terutama dalam hal ilmu pertanian, pasca panen, maupun akses pemasaran.

“Cara bertani atau memasarkan produk pertanian yang dilakukan oleh para anak muda ini juga harus milenial menyesuaikan perkembangan zaman. Saya percaya lah kualitas-kualitas generasi muda ini, pemuda-pemudi generasi milenial Kecamatan Karangjambu belum apa-apa saja pas masuk saya sudah melihat  itu ada potensi kopi yang mana Alhamdulillah saat ini masing-masing desa di Kecamtan Karangjambu sudah menghasilkan satu produksi kopi sendiri. Ada kopi Sirandu, Jingkang, Sanguwatang, Karangjambu, Purbasari dll ini sudah semua dimiliki,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dalam sambutan pembukaan acara pelantikan, Senin (31 Agustus 2020).

Bupati menuturkan, selama ini Sektor Pertanian merupakan kontribusi terbesar dalam PDRB Kabupaten Purbalingga, akan tetapi salah satu permasalahan pertanian adalah regenerasi. Oleh karenannya Bupati menginstruksikan kepada Dinas Pertanian agar seluruh lini ini bisa digarap untuk memaksimalkan pertanian, tidak hanya bapak-bapak, tapi juga ibu-ibu dalam Kelompok Wanita Tani, termasuk anak mudanya juga harus dibentuk.

“Oleh karenannya tugas panjenegan ini bagaimana potensi lokal pertanian ini bisa dikembangkan, jangan sampai melorot,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Mukodam mengatakan, pemuda tani harapannya menjadi tulang punggung untuk regenerasi senior-senior petani, karena selama ini kelopok tani sudah sepuh-sepuh.

“Harapan kita panjengen ini akan menjadi motor senior kita untuk lebih semangat lagi, dan panjengan harus lebih siap dan ketika mendapatkan tongkat estafet dari senior inshaallah akan bisa lari lebih kencang lagi,” ungkapnya memotivasi.

Mukodam menjelaskan Potensi pertanian Kecamatan Karangjambu luar biasa. Walaupun tidak banyak tanaman padi, tapi ada kopi, bunga Gelagah dan kapulaga yang harganya bagus dan bisa dikembangkan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan bersama.

Perkembangan teknologi saat ini sudah semakin canggih, dimana masing-masing pemuda memiliki ponsel android. Harapannya ponsel canggih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi.

“Sekarang siapa yang menguasai informasi pasar itu yang akan berjaya,” tutur Mukodam.

Comment

Berita Lainnya