Pertama Kali, Satuan Karya (Saka) Widya Bakti Purbalingga Gelar Kemah Budaya

By: On: Dibaca: 6,939x
Pertama Kali, Satuan Karya (Saka) Widya Bakti Purbalingga Gelar Kemah Budaya

Satuan Karya (Saka) Widya Bakti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga menggelar acara Kemah Budaya untuk pertama kalinya. Kemah Budaya ini dimaksudkan untuk mengupas masalah kebudayaan yang ada di Kabupaten Purbalingga.

“Termasuk kesenian, cagar budaya, dan sejarah yang ada di Purbalingga sehingga peserta kemah ini mengetahui dan mencintai kebudayaan yang ada di Purbalingga,” kata Sudino, Kasi Cagar Budaya, Permuseuman dan Sejarah pada Dindikbud Kabupaten Purbalingga saat ditemui di sela-sela kegiatan Kemah Budaya Dindikbud Kabupaten Purbalingga Tahun 2018 di Lapangan Desa Onje, Selasa (9/10).

Kemah budaya ini sendiri merupakan salah satu upaya pembinaan generasi muda khususnya aktifis gerakan Pramuka agar lebih peduli budaya di lingkungan sekitar. Selain itu , kegiatan kemah budaya juga sebagai metode pembelajaran bagi anggota pramuka penegak untuk merekrut dan membina anggota Satuan Karya (Saka) Widya Bakti Purbalingga.

“Kegiatan kemah budaya ini dilaksanakan pada hari Selasa-Kamis (9-11/10) di Desa Onje, Kecamatan Mrebet,” jelasnya.

Desa Onje sendiri terpilih sebagai lokasi perkemahan budaya karena dinilai memiliki banyak peninggalan sejarah dan cagar budaya . Peserta kemah budaya ini nantinya akan diajak menjelajahi berbagai situs dan mengekplor cagar budaya yang ada di Desa Onje.

“Harapannya nanti generasi muda ini bisa mengenal dan mencintai sejarah yang ada di Desa Onje maupun yang ada di Kabupaten Purbalingga,” pinta Sudino.

Ia pun berpesan agar para peserta kemah budaya selama mengikuti perkemahan bisa mengenalkan kebudayaan yang ada di Purbalingga kepada teman sebayanya. Sekaligus, peserta ini bisa mengajak rekan-reakannya untuk ikut menjelajahi daerah cagar budaya maupun wisata budaya yang ada di Purbalingga.

Rangkaian kegiatan pada Kemah Budaya yakni ceramah tentang cagar budaya dan sejarah desa onje, mengenal adat, pakaian, kesenian, makanan dan lau daerah Purbalingga, asah terampil membuat wayang, membaca dan menulis huruf jawa dan pemutaran film kepurbakalaan. Di hari kedua peserta diajak menjelajah situs desa onje, lomba eksplorasi cagar budaya, dan lomba permainan tradisional.

“Untuk peserta merupakan utusan dari SMA/SMK/MA yang berasal dari 18 pangkalan dengan jumlah peserta putra 73 orang dan putri 73 orang,” terangnya.

Plt Kepala Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Subeno menyampaikan sebagai anggota pramuka penegak harus mampu membentuk pribadinya menjadi pribadi yang berkarakter dan mulia. Apalagi saat ini pramuka sudah masuk ke dalam berbagai urusan dan semua lingkup kehidupan, oleh karena itu di dalam pramuka dikenal istilah satuan karya.

“Karena pramuka sebagai sebuah ferakan moral, gerakan dalam rangka untuk membentuk pribadi yang mulia dan berkarakter karena pramuka mempunyai kurikulum yang lengkap yang sudah masuk dalam semua ruang lingkup kehidupan,” ujar Subeno.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!