Pernahkah Anda Menggerutu, “Apa sih kerjaan Polisi ini, macet kok panjang sekali?”. Ini Jawabannya

By: On: Dibaca: 56,900x
Pernahkah Anda Menggerutu, “Apa sih kerjaan Polisi ini, macet kok panjang sekali?”. Ini Jawabannya

 

Pernahkah Anda terjebak kemacetan selama perjalanan mudik?,dan menggerutu menanyakan apa tugas Polisi. “Apa sih kerjaan Polisi ini, macet kok panjang sekali”, “Polisinya lagi dimana, kok nggak ada yang mengatur lalu lintas”. Menggerutu dan menyalahkan orang memang hal yang mudah dilakukan.

Mudik ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri menjadi pilihan kebanyakan masyarakat Indonesia. Ya, mudik sudah menjadi semacam tradisi di negeri ini saat menyambut Lebaran.

Ingatan tentang kampung halaman menyeruak dan jadi magnet penarik yang kuat. Mengajak orang-orang untuk sejenak kembali ke asal.Meski hanya setahun sekali dan hanya berlangsung beberapa hari, mudik selalu sarat makna. Berkumpul dan bersilaturahim bersama keluarga besar yang sudah lama tak dikunjungi, memang membuat suasana Lebaran jadi lebih berkesan.

Ritual mudik kadang penuh drama dan terasa sentimental. Sudah dapat dipastikan perjalanan mudik ini membutuhkan biaya yang tak sedikit dan tentu melelahkan. Terjebak kemacetan berjam-jam di jalan rasanya tak jadi soal, demi sebuah perjumpaan dengan sanak saudara di hari lebaran. Demi dapat berkumpul dengan keluarga yang mungkin hanya bisa terwujud setahun sekali

Nah, untuk Anda yang pernah menggerutu menanyakan apa tugas Polisi serta menyalahkannya. Ini jawaban yang dilakukan oleh Polisi selama Anda melakukan perjalanan mudik untuk bertemu dengan keluarga di kampung halaman.

Di wilayah hukum Polres Purbalingga, hampir seluruh ruas jalan dilanda kemacetan pada arus mudik dan balik lebaran tahun ini. Satu di antaranya yakni di wilayah Wirasana hingga Bojongsari. Selain sebagai titik pertemuan antar kendaraan, di wilayah tersebut juga terdapat Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) dan empat titik persimpangan yang rawan kemacetan.

Meskipun di simpang empat Wirasana sudah terpasang lampu lalulintas, namun kehadiran petugas kepolisian sangat diperlukan untuk mengatur arus kendaraan. Simpang empat Wirasana merupakan satu titik rawan macet karena pertemuan arus kendaraan baik dari arah Pemalang yang akan menuju Purwokerto atau Banjarnegara dan sebaliknya. Selain itu, juga menjadi rute rombongan kendaraan yang akan berwisata ke Owaabong dan Gua Lawa.

Di Pos Taktis Wirasana telah siaga 7 anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Purbalingga yang siap membantu mengurai kemacetan arus lalu lintas. Para anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) ini siap bergerak secara mobile untuk mengurai kendaraan yang melintas.

 

Seperti terlihat Selasa Siang (18 Juni 2018), Inspektur Dua (Ipda) Muslimun yang juga Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Purbalingga bersama Brigadir Kepala (Bripka) Agus Miswanto menggulung lengan membantu mendorong meminggirkan mobil yang mogok overheat karena telah melakukan perjalanan panjang. Langkah ini dilakukan untuk mengurai simpul penyebab kemacetan.

Tak hanya itu, Bripka  Aris Sugiarto bergantian dengan rekan-rekannya sigap memacu “motor gede” Yamaha 900 cc bernomer polisi 12760-IX untuk mengetahui simpul kemacetan dan mengurainya agar kembali lancar.

“Kepadatan kendaraan sudah terjadi sejak

memasuki wilayah Mrebet, kemacetan bisa terjadi karena ada beberapa lokasi simpang empat jalan dan pasar desa. Harus diantisipasi sehingga tidak sampai menimbulkan kemacetan. Kalau sudah macet, ya kita urai simpunya agar lancar kembali,”ungkap Bripka Aris Sugiarto.

Pelayanan Maksimal

Satlantas Polres Purbalingga siap meminimalisir titik kemacetan, memberikan pengamanan pemudik selama diperjalanan. Apabila terjebak macet hendaknya tertib dalam antrian, sabar, dan tidak emosi. Utamakan keselamatan dan keamanan di jalan. Bagi pengendara sepeda motor dan mobil pribadi, sebelum berangkat siapkan fisik dan pastikan dalam keadaan sehat.

Kemudian, siapkan kendaraan dan pastikan dalam kondisi laik jalan. Periksa mesin, rem, lampu, ban, kaca spion, dan bahan bakar.Rencanakan rute perjalanan yang akan dilalui, jangan dalam keadaan terburu-buru. Jangan paksa diri mengemudi dalam keadaan mengantuk atau lelah. Beristirahatlan di tempat yang aman agar terhindar dari sasaran tindak kriminalitas.

Bagi pengendara dan penumpang sepeda motor wajib menggunakan helm SNI serta dilarang membawa penumpang lebih dari satu orang, menggunakan lajur kiri, dan wajib menyalakan lampu pada siang hari. Tidak menggunakan HP saat mengemudi, tidak ngebut, jaga jarak aman, tidak mengonsumsi minuman keras atau obat-obatan terlarang lainnya.

“Jajaran Polres Purbalingga siap memberikan pelayanan prima.Silahkan para pemudik dapat mengikuti instagram @polantas_purbalingga untuk mengikuti berita terbaru seputar lalu lintas. Saya berharap mudik 2018 dapat berjalan lancar, masyarakat aman dan senang, berkumpul bersama keluarga maka polisi akan bahagia,” imbau Kasatlantas Polres Purbalingga AKP Sukarwan.

Selain itu, Kasatlantas AKP Sukarwan berpesan kepada anggota yang sedang bertugas untuk menjaga keselamatan, kesehatan masing-masing dan beristirahat secara bergantian.

“Dengan terjaganya kesehatan maka dapat maksimal pula dalam memberikan pelayanan kepada Pemudik dan juga masyarakat,” ungkapnya.

Angka Kecelakan Menurun

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, pada arus mudik Lebaran tahun 2018 terjadi penurunan angka kecelakaan sekitar 30 persen dibandingkan musim mudik Lebaran 2017.

“Yang perlu diberi catatan, secara kualitas mudik tahun ini lebih bagus,” kata Komjen Syafruddin,, Selasa (18 Juli 2018).

Dia memprediksi, puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada Selasa (19 Juli 2018) malam dan Rabu (20 Juli 2018) malam. Sementara untuk tahap kedua diprediksi pada Sabtu (23 Juli 2018) dan Minggu (24 Juli 2018 ini. “Kita bisa simpulkan bahwa arus balik peak-nya di Rabu malam, nanti ada di Sabtu dan Minggu,” kata dia.

Sementara Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menambahkan, jumlah kecelakaan di masa Operasi Ketupat 2018 dari Rabu 7 Juni hingga Jumat 15 Juni sebanyak 1.154 kasus atau turun 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

“Dari H-8 hingga hari H jumlah kecelakaan lalu lintas ada 1.154 kejadian, turun 17 persen dibandingkan dengan Ops Ramadniya tahun sebelumnya yang mencapai 1.623 kejadian,” kata Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (16 Juni 2018).

Tak hanya itu, penurunan juga terjadi pada dampak kecelakaan. Setyo merinci jumlah korban meninggal pada Operasi Ketupat 2018 hingga hari Lebaran sebanyak 242 orang atau turun 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017, yakni 616 orang.

Menurut dia, kecelakaan lalu lintas hingga hari Lebaran didominasi oleh sepeda motor.”Kendaraan yang terlibat kecelakaan lalu lintas pada jalur mudik dan jalur nonmudik didominasi oleh kendaraan sepeda motor sehingga perlu diwajibkan bagi pengendara sepeda motor untuk beristirahat di pos-pos cek poin,” kata Setyo Wasisto.

Ia menambahkan bahwa pada hari Lebaran, arus lalu lintas di Tol Cikampek masih padat karena masih ada masyarakat yang mudik.

Dalam upaya mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek), polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas lawan arus di tol tersebut.(Tim liputan mudik 2018_mahendra yudhi krisnha, dian mulyawati, anita indah sari)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!