Permainan  Teka-Teki Silang Bahasa Indonesia –  Kardi, S.Pd.

By: On: Dibaca: 27,922x
Permainan  Teka-Teki Silang Bahasa Indonesia –  Kardi, S.Pd.

Keterampilan siswa dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan menggunakan bahasa secara lisan atau tertulis dalam bentuk kata-kata (kosa kata) yang logis, baik dan benar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia masih rendah.

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi Kosa Kata, guru masih menggunakan metode konvensional yaitu metode ceramah. Selama pembelajaran berlangsung, penyampaian materi sangat verbalistik dan peran guru sangat dominan. Guru belum menggunakan media bagan teka-teki silang yang berfungsi membantu siswa dalam memahami Kosa Kata.

Kemampuan siswa menggunakan bahasa secara lisan atau tertulis dalam bentuk kata-kata (kosa kata) yang logis, baik dan benar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia perlu ditingkatkan. Hal ini sangat penting karena kemampuan menguasai kosa kata yang baik dan benar dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa seseorang bisa saling memberi informasi serta dapat mengungkap.

Permainan teka-teki silang merupakan salah satu permainan yang cara memainkannya mengisi ruang-ruang kosong (berbentuk kotak putih) dengan huruf-huruf yang membentuk sebuah kata berdasarkan petunjuk yang diberikan secara mendatar dan menurun.Teknik pengajaran di sekolah dasar disebutkan bahwa salah satu caranya dengan teknik permainan bahasa. Permainan teka-teki menjadi salah satu alternatif meningkatkan kemampuan menggunakan kosa kata. Permainan ini dapat dilakukan dengan cara tebak-tebakan baik secara kelompok atau individu.

Menurut Wojowaskito (1972) teka-teki adalah soal yang harus diterka atau tebakan. Melalui bermain teka-teki, siswa akan termotivasi untuk menggugah ide, gagasan, dan pemikiran dalam menemukan jawaban pada kotak-kotak teka-teki dari pertanyaan yang ada. Dalam mengisi kotak-kotak pada model permainan teka-teki ada antar huruf yang satu dengan yang lainnya untuk menemukan jawaban pada kotak berikutnya. Sehingga siswa akan lebih mudah memahami dan menemukan jawabannya dengan tepat dan benar.

Masalah yang sering dijumpai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu:  siswa masih kurang dalam menguasai kosa kata, sehingga dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan belum lancar dan optimal.

Cara pengaplikasian TTS sebagai media pembelajaran yaitu pengajar pertama-tama mendemonstrasikan terlebih dahulu permainan Teka-Teki Silang kepada peserta didik di depan kelas, kemudian memberitahukan cara memainkannya. Sebelum permainan dimulai, pengajar mebagikan pebelajar menjadi beberapa kelompok, kemudian setiap kelompok membuat teka teki silang dengan penomoran, yakni 10 soal mendatar dan 10 soal menurun. Setelah masing- masing kelompok selesai membuat teka teki silang sesuai dengan materi, lalu TTS tersebut ditukarkan dengan kelompok lain.

Selanjutnya, tiap-tiap kelompok menjawab TTS kelompok lainnya. Waktu yang diberikan untuk menjawab soal yakni maksimal 60 menit. Bagi kelompok yang menjawab benar semua atau benar lebih   banyak   akan   mendapatkan   apresiasi   dari   pengajar.   Permainan   ini memberikan gairah belajar yang menantang bagi peserta didik. Mereka akan berlomba-lomba menjawab TTS dari kelompok lain. Dengan membuat soal TTS, secara tidak langsung peserta didik membaca kembali materi yang telah diajarkan.

Cara lain  lagi  yaitu,  pengajar bisa  memberikan  sebuah  bacaan  kepada peserta didik. Setelah mereka membaca, mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok lalu diminta membuat soal TTS sebanyak 10 soal menurun dan 10 soal mendatar dengan bentuk yang sesuai keinginan kelompok. Setelah itu, soal TTS ditukarkan dengan kelompok lain lalu dijawab. Hal ini secara tidak langsung akan memberikan semangat tersendiri bagi peserta didik untuk memperoleh apresiasi

yang baik dari pengajarnya. Keseruan dalam permainan ini juga meminimalisasi suasana kelas yang pasif.

Setiap permainan tentu saja memiliki kelemahan dan keunggulan. Kelemahan permainan TTS dalam pembelajaran yakni: (1) Banyak menghabiskan waktu; (2) Memungkinkan pengerjaan satu sampai dua orang saja; (3) Soal terkadang membingungkan; (4) Butuh konsentrasi yang tinggi; (5) Jawaban harus singkat, dan (6) Jawaban terkadang harus berkaitan dalam kotak tertentu.

TTS mempunyai kelebihan di antaranya: (1) Peserta didik menjadi lebih kreatif; (2) Meningkatkan keaktifan peserta didik; (3) Suasana kelas menjadi kondusif dan mengurangi kejenuhan; (4) Meningkatkan pemikiran kritis peserta didik; dan (5) Melatih ketelitian dan kerja sama antarkelompok.

Berdasarkan teori di atas disimpulkan Crossword Puzzel atau teka – teki silang sudah biasa kita dengar dalam kehidupan di masyarakat. Hampir semua jenis teka – teki memilikinya. Ketika sebuah pertanyaan disodorkan, seorang anak akan mengulas kembali seluruh pengalamannya dan menganalisis pengalaman –pengalaman itu. Mana yang   cocok   untuk   menjawab   dan makna  yang  cocok  untuk beragumentasi terhadap jawaban yang dipilihnya. Teka teki silang  ini  berguna  untuk  mengasah otak bagi yang mengerjakannya.

 

Penulis Guru  SDN 1 KRAMAT KEC. KARANGMONCOL

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!