by

Permainan Egrang dan Congklak Virtual Purbalingga Wakili Jawa Tengah di Kompetisi Permainan Tradisional

-Budaya, Update-dibaca 7.85Rb kali | Dibagikan 32 Kali

Pekan Kebudayaan Nasional menjadi sebuah upaya untuk mengajak masyarakat agar bisa berpartisipasi dalam memajukan kebudayaan Indonesia. Kabupaten Purbalingga akan mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk Kompetisi Permainan Tradisional pada Pekan Kebudayaan Nasional.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Rien Anggraeni menuturkan, Kabupaten Purbalingga ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah untuk mewakili kompetisi tersebut. Adapun jenis lomba permainan tradisional secara daring yang diikuti meliputi lomba egrang halang rintang dengan pemain satu orang, lomba bolak balik balok pemain satu orang dan lomba bakiak kreasi yang dimainkan secara beregu.

“Lomba bakiak kreasi dimainkan secara beregu terdiri dari lima orang pemain putri dari sekolah yang berbeda dan terakhir lomba congklak virtual yang diikuti satu orang pemain,” terang Rien Anggraeni kepada media siber lintas24.com, Kamis (22 Oktober 2020).

Ia menjelaskan, kecuali lomba congklak virtual, untuk ketiga lomba seperti Egrang Kreasi, Bolak Balik Balok dan Bakiak Kreasi semuanya dilaksanakan dengan cara mengirimkan video. Pengambilan video di Obyek Wisata Goa Lawa Purbalingga (Golaga).Hal ini sesuai persyaratan dari panitia untuk lokasi lomba mengambil tempat yang khas yang ada di daerah masing-masing. Dalam memvideokan juga terdapat ketentuannya yakni dilaksanakan tanpa jeda, ditampilkan date  and time video dan video dikirimkan via email ke panitia Pekan Kebudayaan Nasional.

“Panitia akan menilai dari video yang telah dikirimkan peserta. Untuk egrang halang rintang akan dinilai dari waktu tercepat, kreativitas, dan wahana lomba serta keunikan,” imbuh Rien.

Sedangkan untuk bolak balik balok lanjut Rien Anggraeni, yang dinilai adalah peserta harus menyelesaikan perlombaan dengan jarak lintasan lima meter selama tiga menit dan akan dihitung jumlah balikan terbanyak. Selanjutnya untuk penilaian bakiak kreasi dinilai dari kreativitas gerakan.

“Khusus untuk lomba congklak virtual dilaksanakan secara daring berbasis pada penggunaan aplikasi dan penentuan pemenang peserta dilihat dari yang mendapatkan jumlah terbanyak pada lumbungnya,” katanya

untuk informasi, Pekan Kebudayaan Nasional tahun ini dilaksanakan secara daring atau online berbeda dari tahun sebelumnya yang diselenggarakan secara luring atau offline.

Kompetisi permainan tradisional dan olahraga tradisional merupakan salah satu dari bentuk Kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional yang dilombakan secara daring. Untuk peserta lombanya atau pemainnya sendiri pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Comment

Berita Lainnya