Peringatan Hari Ibu – Bhayangkari Purbalingga Suguhkan Tari Rumekso

By: On: Dibaca: dibaca 137.06Rbx
Peringatan Hari Ibu  – Bhayangkari Purbalingga Suguhkan Tari Rumekso

IMG_6408

Peringatan Hari Ibu

Bhayangkari Purbalingga Suguhkan Tari Rumekso

Bhayangkari Cabang Purbalingga unjuk kebolehan dengan menampilkan Tari Rumekso di Pendapa Dipokusumo, Selasa (22/12) dalam rangka peringatan Hari Ibu Ke-87 Tingkat Kabupaten Purbalingga. Tarian Rumekso yang dibawakan ibu-ibu Bhayangkari Polres Purbalingga, merupakan tarian asli Banyumas yang menceritakan seni Lengger, Ebeg dan tokoh Gatotkaca.

Ketua Penyelenggara Resepsi Hari Ibu Ke-87 Tingkat Kabupaten Purbalingga Yeti Anom Setiadji, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta instansi pemerintah dan non pemerintah untuk menempatkan perempuan pada posisi pengambil kebijakan yang responif terhadap gender.Tema peringatan tahun ini “Merdeka Melaksanakan Dharma”, dan semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia tercermin dalam lambang berupa setangkai bunga melati yang menggambarkan kasih saying kodrati antara ibu dan anak.

“Kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak serta kesadaran wanita menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan Negara,”ungkap Istri Kapolres Purbalingga AKBP Anom Setyadji.

Selain tarian dari Ibu-ibu Bhayangkari lanjut Yeti, resepsi peringatan hari ibu kali ini, juga disampaikan bantuan kemasan produk dari Pemkab Purbalingga melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Purbalingga kepada pelaku usaha mikri kecil dan menengah (UMKM) perempuan diantaranya Aha Sponge Cake Perum Abdi Negara Bojanegara, Kafia Brownies Bobotsari, Zika Snack Perum Karangmanyar, Puti Sari Majasari Bukateja dan Tinggar Jaya Padamara serta Rizqiana Jompo.

“Bantuan ini berupa kemasan produk bagi UMKM perempuan diberikan kepada enam kelompok,”ungkapnya

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Purbalingga yang dibacakan Asisten Administrasi Sekda Gunarto mengatakan, bahwa Hari Ibu di Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaaan kemerdekaan, peran perempuan di Indonesia sungguh mengesankan.

“Sebagai buktinya, antara lain, terlihat dalam konggres perempuan pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta sebagi tekad bersama mendorong pembentukan Indonesia merdeka,”tuturnya.

Hadir dalam kegiatan ini Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Purbalingga Gunarto mewakili Penjabat Bupati Purbalingga, pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Purbalinga, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Kepala Bagian/Kantor serta undangan organisasi wanita di Kabupaten Purbalingga.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!