by

Pergerakan Tanah Lempung Berpasir  Pemicu Bencana Tanah Bergerak di Dusun Pagersari, Tumanggal Pengadegan, Purbalingga

-Bisnis-dibaca 10.63Rb kali | Dibagikan 75 Kali

Koordinator Bidang Bencana Geologi Pusat Mitigasi Unsoed, Dr Indra Permanajati  memaparkan, bencana alam tanah bergerak di Dusun Pagersari Desa Tumanggal Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga yang mengakibatkan 165 rumah yang terdampak bencana, 36 rumah rusak dan 710 jiwa mengungsi dari 214 KK di RT 15, 16,17 RW 1 Kadus 1 tak lepas dari intensitas hujan yang tinggi dan kondisi tanah dusun setempat.

“Dusun Pagersari memiliki karakter tanah lempung berpasir dengan dasar batuan. Ketika hujan turun, muka air tanah tertahan batuan sehingga naik. Kenaikan muka air tanah memicu elemen pasir pada komposisi tanah berpasir bergerak. Pergerakan ini juga memicu pergeseran tanah,” ungkapnya Jumat (4 Desember 2020).

Indra menjelaskan, tanah di Pagersari memang terus bergerak. Hali ini tampak dari rekahan tanah yang semakin lebar dari waktu ke waktu. Kecepatan pergerakan tanah sangat bergantung pada intensitas hujan. Semakin tinggi intensitas hujan, maka semakin cepat pergerakan tanahnya.

“Makanya masyarakat diimbau untuk dievakuasi. Nanti kalau kecepatannya sudah turun bisa ditempati lagi,” katanya.

Indra menambahkan, beberapa rumah masih layak dihuni. Namun, rumah yang berada di atas tanah dengan tingkat kemiringan tinggi perlu tindakan khusus. Jika tidak, rumah itu bisa tertimpa material longsor dari tebing di belakangnya.

“Ada 11 segmen yang agak terjal, jadi nanti perlu rekayasa mitigasi supaya lebih aman dari longsor,” ucapnya.

Jika melihat retakan tanahnya, tampah membujur dari barat ke timur. Karena itu arah pergerakan tanah dan longsor ke utara. Hal ini perlu dipahami bersama agar upaya mitigasi bisa efektif dan efisien. Hal ini pula yang menjelaskan kenapa mendadak  muncul mata air di beberapa permukiman warga. Mata air mengucur dari tebing dan menggenangi rumah warga.

Baca Juga:  Bawaslu Purbalingga Kawal Penghitungan Suara

“Air mulai mengucur sekitar pukul 20.00 WIB hari Rabu (2 Desember 2020) dan masuk ke rumah melalui dapur. Pada Kamis (3 Desember 2020) pukul 04.00 WIB, dinding dapur rumahnya ambruk.Muncul mata air di beberapa tempat. Jadi sementara yang bisa kami simpulkan tanah sedang berproses, bergerak walaupun lambat,” kata Indra usai mengamati tanah gerak di Desa Tumanggal, Jumat (4 Desember 2020).

Comment

Berita Lainnya