by

Penumpang Kereta Api di Daop 5 Purwokerto Meningkat Selama Cuti Bersama 2020

-Peristiwa, Update-dibaca 10.63Rb kali | Dibagikan 65 Kali

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (PT KAI Daop) 5 Purwokerto mencatat terjadi peningkatan jumlah penumpang Kereta Api,

“Pantauan kami pada tanggal 27-28 Oktober, terdapat peningkatan volume penumpang KA di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto, baik yang naik (berangkat) maupun turun (datang),” ungkap Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto, Kamis (29 Oktober 2020).

Ia menambahkan, berdasarkan data, volume penumpang yang datang atau turun di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto pada tanggal 27 Oktober sebanyak 3.876 orang, sedangkan yang diberangkatkan sebanyak 2.237 penumpang.

Kemudian pada tanggal 28 Oktober, volume penumpang yang datang atau turun di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto mencapai 4.749 orang, sedangkan yang diberangkatkan sebanyak 2.752 penumpang.

“Jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya, terutama untuk kedatangan penumpang terlihat adanya kenaikan karena pada tanggal 22 Oktober tercatat sebanyak 1.786 orang yang turun dan 1.746 orang yang naik,” ungkapnya.

Selanjutnya pada tanggal 23 Oktober tercatat sebanyak 2.457 penumpang yang datang dan 2.001 penumpang yang diberangkatkan, tanggal 24 Oktober sebanyak 2.359 orang yang datang dan 2.078 orang yang diberangkatkan.

Kemudian pada tanggal 25 Oktober tercatat sebanyak 2.543 penumpang yang datang dan 2.994 orang yang diberangkatkan, serta pada tanggal 26 Oktober sebanyak 2.127 penumpang yang datang dan 2.112 orang yang diberangkatkan.

Ia menyakini, kereta api tidak akan menjadi klaster penyebaran COVID-19 meskipun ada kerumunan banyak orang.  Pihaknya secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 seperti membersihkan kereta dengan cairan disinfektan.

“Itu semua berkat adanya penerapan protokol kesehatan.Pelanggan diwajibkan mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker, ‘physical distancing’ atau jaga jarak, dan mencuci tangan,serta memberikan perlindungan khusus untuk petugas ‘frontliner’,” ujarnya.

Comment

Berita Lainnya