Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah – Oleh: Sri Masiswi Rahayu,S.Pd

By: On: Dibaca: 23,612x
Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah – Oleh: Sri Masiswi Rahayu,S.Pd

Membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya mudah dan cepat.Tidak bisa secara instan ,hal tersebut memerlukan upaya terus menerus dan refleksi mendalam untuk membuat rentetan keputusan moral yang harus ditindak lanjuti dengan aksi nyata, sehingga menjadi hal yang praktis dan reflektif. Diperlukan sejumlah waktu untuk membuat semua itu menjadi kebiasaan dan membentuk watak atau tabiat seseorang.

Selain itu pencanangan pendidikan karakter tentunya dimaksudkan untuk menjadi salah satu jawaban terhadap beragam persoalan bangsa yang saat ini banyak dilihat, didengar, dan dirasakan, yang mana banyak persoalan muncul yang di indentifikasi bersumber dari gagalnya pendidikan dalam menyuntikkan nilai – nilai moral terhadap peserta didiknya.Hal ini tentunya sangat tepat, karena tujuan pendidikan bukan hanya melahirkan insan yang cerdas, namun juga menciptakan insan yang berkarakter kuat.Seperti yang dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni kecerdasan yang berkarakter adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya.

Konsep karakter tidak cukup dijadikan sebagai suatu poin dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah, namun harus lebih dari itu, dijalankan dan dipraktikkan. Mulailah dengan belajar taat dengan peraturan sekolah dengan cara mematuhi peraturan yang ada di sekolah atau mematuhi tata tertib yang ada di sekolah , dan tegakkan itu secara disiplin. Sekolah harus menjadikan pendidikan karakter sebagai sebuah tatanan nilai yang berkembang dengan baik di sekolah, yang diwujudkan dalam contoh dan seruan nyata yang dipertontonkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah dalam keseharian kegiatan yang ada di sekolah.

Untuk melakukan disiplin terhadap tata tertib dengan baik,maka guru bertanggungjawab menyampaikan dan mengontrol berlakunya peraturan dan tata tertib tersebut.Dalam hal ini staf sekolah atau guru perlu terjalinnya kerja sama sehingga tercipta disiplin kelas dan tata tertib yang baik tanpa adanya disiplin sekolah maka akan terjadi pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertib sekolah serta terciptanya suasana belajar yang tidak diinginkan.

Ada 4 jenis disiplin utama siswa di sekolah antara lain:Disiplin berpakaian.Disiplin berpenampilan.Disiplin belajar berkaitan dengan aturan dan prosedur tentang kegiatan belajar di sekolah.Disiplin lingkungan.

Di sisi lain, pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua kepentingan dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah, lingkungan sekolah, dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun kembali kemitraan dan jejaring pendidikan yang kelihatannya mulai terputus antara lingkungan sekolah yaitu guru, keluarga, dan masyarakat. Pembentukan dan pendidikan karakter tidak akan berhasil selama antara lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan yang kemudian didukung oleh lingkungan dan kondisi pembelajaran di sekolah yang memperkuat proses pembentukan tersebut.

Keluarga sangat penting dalam pembentukan karakter peserta didik karena seorang anak terbentuk pada saat anak berusia 3 hingga 10 tahun karena pada usia tersebut seorang anak mengalami perkembangan otak yang sangat pesat.Pada usia tersebut merupakan tugas orang tua untuk memberikan input yang baik kepada anak sehingga tercipta seorang anak yang memiliki karakter yang berkualitas.

Jadi pembentukan karakter pada peserta didik juga bisa dimulai pada usia tersebut.Pendidikan awal yang dapat diberikan dalam pembentukan karakter peserta didik dalam keluarga yang dapat dilakukan adalah pendidikan agama pada usia ini peserta didik harus diajarkan sejak awal untuk mengenal Tuhan mereka,hal yang dianjurkan dan dilarang oleh agama,dilatih berdoa,dan sholat.Selain itu memilih input yang baik bagi peserta didik sejak dini dengan memilih tayangan televisi yang sesuai dengan usianya,orang tua memberikan teladan yang baik bagi seorang anak.

Peserta didik juga harus diberi pendidikan sejak awal oleh orang tua misalnya apabila membutuhkan bantuan berkata tolong,berkata terimakasih setelah diberi bantuan,dan berkata maaf apabila melakukan kesalahan,berkata jujur, dll.Hal tersebut penting dilakukan karena dapat mengajarkan seorang anak mengetahui mana hal yang baik dan hal yang tidak baik untuk dilakukan.

Suatu kewajiban bagi peserta didik di sekolah pada guru ,karyawan,dan teman harus bersikap yang baik ,sopan santun ,kasih sayang kesimpulannya keluarga berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik,karena pembentukan karakter dimulai saat usia dini,dan berkelanjutan.

Di samping itu, tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat.Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter seseorang.Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai – nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter. Menurut Qurais Shihab, situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan.

Pendidikan karakter melalui sekolah, tidak semata – mata pembelajaran pengetahuan semata, tetapi lebih dari itu, yaitu penanaman moral, nilai – nilai etika, estetika, dan budi pekerti yang luhur. Selain itu karakter yang harus dimiliki siswa diantaranya yaitu kerja sama, disiplin, taat, dan tanggung jawab. Dan yang terpenting adalah praktekkan dan lakukan dengan disiplin oleh setiap elemen sekolah.

Peserta didik sebagai calon penerus bangsa ,harus bisa memperkuat karakter diri dengan agama,moral ,nasionalis religius,dalam upaya menghasilkan lulusan yang berkompeten secara keilmuan,namun juga berkarakter unggul.

Bagaimana caranya ? Salah satu caranya dengan memperkuat nilai-nilai agama,yang diterapkan secara kekinian dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya sholat berjamaah perlu ditingkatkan,kewajiban sholat lima waktu dan puasa selama satu bulan pada bulan Romadhon bagi umat islam,menjauhi segala larangan yang ada yaitu minuman keras,penyalahgunaan narkoba.Jika sampai peserta didik terkena narkoba,bisa dipastikan masa depannya akan suram.Untuk itu jauhi segala bentuk narkoba.

Dengan bimbingan guru disekolah dan orangtua dirumah ,maka akan terbentuklah generasi muda yang berkarakter budi pekerti yang baik,santun,cerdas sesuai dengan apa yang kita harapkan. (Penulis Guru SMP Negeri 3 Kutasari)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!