by

Pengurus Depicab SOKSI Dilantik. Yayan: Sekarang Sudah Tidak Ada Dikotomi Lagi

-Politik-dibaca 96.22Rb kali | Dibagikan 55 Kali

Pelantikan Depicab SOKSI 04Pelantikan Depicab SOKSI 03Pelantikan Depicab SOKSI 09

CILACAP – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kabupaten Cilacap masa bakti 2016-2020 yang diketuai H Yayan Rusyawan Effendi dikukuhkan, Sabtu (16/1).

Pelantikan pengurus Depicab SOKSI Cilacap ini dipimpin langsung Ketua Depidar SOKSI Jawa Tengah Anton Lami Suhadi, di Aula Gedung Golkar, Jalan Perwira Cilacap.

Usai pelantikan pengurus tingkat kabupaten, Ketua Depicab SOKSI Yayan Rusyawan selanjutnya melantik para pengurus SOKSI tingkat kecamatan se-Cilacap.

Ketua Depidar SOKSI Jateng Anton Lami Suhadi dalam sambutannya mengatakan, para pengurus dan anggota SOKSI harus bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan membantu pemerintah dalam mengisi perubahan-perubahan yang dilakukan pemerintah.

“Sebagai organisasi masyarakat yang menjadi pendiri Golkar, sebagai sayap Partai Golkar SOKSI harus membesarkan Golkar. Mengembalikan kejayaan Golkar seperti pada era Orde Baru,” katanya.

Anton juga berpesan kepada Yayan untuk membentuk karakter dan jiwa para anggotanya agar lebih maju sebagai karyawan yang berasal dari berbagai kalangan.

Dengan membentuk karakter, imbuhnya, kader-kader SOKSI bersatu padu untuk membawa perahu menuju tujuan yang sama.

“Untuk itu, kualitas dan keandalan pengurus dalam membina organisasi merupakan agenda yang menguatkan program kerja organisasi di masa mendatang,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taufik Nurhidayat menyatakan, keberadaan SOKSI sebagai sayap partai dan sebagai pelaku politik, terhadap sayap partai kita harus saling mendukung.

“SOKSI diharapkan bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi Partai Golkar,” ucapnya.

Sehingga berdampak sangat baik bagi masyarakat, bukan hanya untuk Golkar.

Menurut Taufik, hal ini harus disadari oleh SOKSI bahwa Cilacap merupakan daerah yang besar dengan wilayah yang luas.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik sempat berseloroh bahwa ketika dirinya diundang ke acara tersebut sempat kaget.

“Saya kaget, Golkar sekarang kok jadi merah ya?” ungkapnya. “Tapi saya selanjutnya berpikir, oh ternyata ada kuningnya. Rasanya indah banget jika merah sama kuning jadi satu,” lanjutnya, yang disambut gerrr hadirin, tepuk tangan pun membahana.

Sebelum berakhir, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua Depidar SOKSI Jateng Anton Lami Suhadi, dan diberikan kepada Ketua Depicab SOKSI Cilacap Yayan Rusyawan Effendi. Kemudian diteruskan dengan foto bersama.

Usai acara, kepada lintas24.com, Yayan mengatakan, pertama pihaknya akan melakukan konsolidasi organisasi yakni pengkaderan, kedua peningkatan SDM karena apa artinya banyak anggota kalau SDM-nya tidak meningkat, terutama untuk antisipasi MEA dengan teknologinya.

Konsolidasi tingkat desa dalam rangka menggairahkan kembali kaderisasi akan segera dilakukan.

“Apa yang selama ini belum dirawat optimal, akan diupayakan. Karena terus terang, mengurus organisasi itu harus hobi dulu,” katanya.

Yayan lantas berharap, ke depan SOKSI bisa mewarnai Cilacap lebih baik lagi dan memberikan kontribusi pemikiran sesuai tatanan aturan yang ada.

Kata Yayan lagi, tantangan paling kuat dalam organisasi adalah pengkaderan, peningkatan SDM. Karena organisasi diharapkan memberi kontribusi kepada (pemerintah) daerah sesuai jalurnya masing-masing untuk mengoptimalkan, memberdayakan, dan meningkatkan pembangunan.

“Pembentukan pengurus selanjutnya adalah tingkat desa. SOKSI terlebih dahulu akan melaporkan ke Kesbang Pol, setelah itu mulai pembentukannya. Dan, target kita sebelum Agustus sudah rampung. Tapi semakin cepat akan semakin bagus,” ucapnya.

Disinggung lontaran ketua DPRD tentang analogi seragam SOKSI yang berwarna merah dan kuning, sangat indah apabila bersatu, Yayan mengatakan itu hal yang positif.

“Karena di era sekarang kan tidak ada dikotomi lagi. Untuk memajukan Cilacap jangan membuat kotak-kotak lagi, itu lebih bagus. Taman saja yang bagus kan bunganya yang warna-warni? Kalau bunganya merah saja kan jelek, hitam saja juga jelek. Warna-warni itu bagus. Namun, serap intisarinya, madunya untuk membangun Kabupaten Cilacap,” tutupnya. (estanto)

Comment

Berita Lainnya