Pengunjung Owabong Capai 1,2 Juta Wisatawan

By: On: Dibaca: dibaca 68.92Rbx
Pengunjung Owabong Capai 1,2 Juta Wisatawan
DCIM100MEDIADJI_0230.JPG

DCIM100MEDIADJI_0230.JPG

 

Selama tahun 2016, jumlah pengunjung obyek wisata air Bojongsari (Owabong) mencapai 1.219.934 wisatawan. Jumlah ini mengalami peningkatan 19 persen atau sekitar 192.425 wisatawan. Jumlah pengunjung ini tercatat di tiga unit dari lima unit usaha yang dikelola Owabong. Capaian kunjungan wisata ini juga nyaris sama pada kunjungan tertinggi ke Owabong pada tahun 2009.

Direktur Perusahaan Daerah (PD) Owabong, Wisnu Haryo Danardono, SH yang didampingi Kepala Divisi Operasional Drs Eko Susilo mengatakan,  jumlah kunjungan tertinggi dicapai waterpark sebanyak 969.468 wisatawan. Dibanding tahun 2015, jumlah pengunjung waterpark mengalami kenaikan 176.205 wisatawan atau sekitar 22 persen. Kemudian disusul pengunjung Sanggaluri Park sebanyak 245.005 wisatawan atau naik 7 persen dibanding tahun 2015 yang hanya dikunjungi 229.695 wisatawan. Sedang pengunjung cottage sebanyak 5.461 orang atau naik 20 persen dari jumlah kunjungan tamu tahun 2015 sebesar 4.551 orang.

“Untuk unit usaha makanan F & B Yummy serta Taman Usman Janatin tidak dapat dicatat dengan angka karena tanpa tiket, namun sumbangan pendapatannya cukup signifikan,” kata Wisnu Haryo, Rabu (25/1).

Wisnu merinci, pendapatan total Owabong tahun 2016 sebesar Rp 32.756.552.655 atau meningkat 21 persen dibanding pendapatan tahun 2015 yang besarnya Rp 27.130.312.020.  Pendapatan yang terus meningkat ini didukung dengan pengelolaan yang semakin profesional dan promosi yang gencar dan masif.  “Karena jumlah pengunjung meningkat yang berdampak pada peningkatan pendapatan Owabong, maka kontribusi PD Owabong ke Pemerintah Kabupaten Purbalingga selaku pemilik juga ditingkatkan,” kata Wisnu.

Kontribusi yang disetorkan ke Pemkab, jelas Wisnu, sebesar Rp 7.234.538.321 atau naik 35 persen jika dibanding tahun 2015 yang besarannya Rp 5.363.620.731,-. . Kontribusi ini terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) atas laba bersih sebesar Rp 4.066.195.850,- atau meningkat 58 persen dibanding tahun 2015 yang besarnya Rp 2.567.724.217,-. Sedang PAD atas pajak daerah yang disetor sebesar Rp 3.168.342.471,- atau naik 13 persen dibanding PAD pajak daerah tahun 2015 yang besarnya Rp 2.795.896.514,-. “Untuk PAD pajak daerah yang disetor ini terdiri dari  pajak hiburan, pajak parkir, pajak restoran dan pajak hotel,” kata Wisnu.

Wisata MICE

Sementara itu Kepala Divisi Operasional PD Owabong Drs Eko Susilo menambahkan, manajemen Owabong  kedepan akan terus optimis untuk meningklatkan jumlah kunjungan dan pendapatan seiring dengan geliat perkembangan sektor wisata di Purbalingga. Selain itu pembenahan infrastruktur transportasi dan rencana pengembangan bandara Jenderal Besar Soedirman sangat menjanjikan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.

“Pembangunan tol trans Jawa yang sudah sampai wilayah Pemalang juga semakin menjadi peluang naiknya jumlah kunjungan wisata dari wilayah Jabodetabek serta dari Jawa Barat bagian tengah dan utara,” kata Eko Susilo.

Eko Mengatakan, dengan banyaknya peluang serta dukungan infrastruktur tersebut, Owabong akan mengembangkan wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) atau  Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran. “Wisata MICE saat ini menjadi kebutuhan masyarakat seiring dengan pertumbuhan wisata nasional yang pesat serta dukungan infrastruktur transportasi ke Purbalingga,” kata Eko.

Eko menambahkan, dengan komitmen untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan, Owabong akan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin profesional serta menjaga kelestarian lingkungan dan sumberdaya air, karena suplai utama Owabong khususnya wahana waterpark tergantung alam termasuk didalamnya sumberdaya air. Owabong juga kedepan akan dijadikan sebagai wahana rekreasi ecotourism.

Eko menegaskan, Owabong akan terus menambah wahana baru yang menarik serta menambah prasarana lahan parkir kendaraan. “Penyediaan prasarana lahan parkir ini dirasa sudah sangat mendesak. Pada kondisi puncak keramaian, lahan parkir Owabong sudah tidak bisa menampung kendaraan pengunjung. Lahan parkir milik tanah warga sudah semakin berkurang seiring dengan dibangunya rumah warga tersebut,” kata Eko Susilo.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!