by

Penghentian Pengiriman Beras Raskin Mendapat Kecaman

-Daerah-dibaca 95.51Rb kali | Dibagikan 16 Kali

 

Pembagian Beras Miskin (Raskin) di seluruh kecamatan di Kabupaten Purbalingga yang sedianya dilaksanakan Jumat (8/5) terpaksa dihentikan oleh Bupati Purbalingga Sukento Rido Marheandrianto. Penghentian pengirimana ini mendapat kecaman dari Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas (APB) wilayah Purbalingga, Mustangin

Dikatakan, masalah ini jangan dipolitisir. Jika ditunda pembagiannya juga kasihan masyarakat yang membutuhkannya.Pihaknya akan melakukan pengecekan apakah memang beras Raskin yang akan dibagikan untuk masyarakat miskin di Purbalingga tidak sesuai dengan standar. Langkah itu dilakukan menyusul adanya temuan bahwa beras Raskin yang disimpan di Gudang Bulog berbau busuk dan berwarna kuning.

“Pihaknya berharap secepatnya akan diketahui, kasihan masyarakat yang telah menunggu-nunggu. “ ujarnya.

Mengenai penundaan pembagian Raskin menurutnya akan dilakukan hingga beras pengganti Raskin yang kualitasnya sesuai standar didatangkan kembali. Sementara itu Kepala Gudang Bulog Purbalingga M Usman mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog Divre IV terkait adanya penolakan terhadap jatah Raskin di Kabupaten Purbalingga. “Kami Cuma pelaksana saja. Kami akan sampaikan kepada yang berwenang,” ujarnya.

Seperti diberitakan, penyaluran beras untuk rakyat miskin (Raskin) di Purbalingga, terpaksa dihentikan.  Pasalnya berdasarkan hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) Bupati Sukento Rido Marhaendrianto ke Gudang Bulog Purbalingga, beras tersebut tidak layak dikonsumsi.

“Ini karena kualitas. Berasnya banyak yang broken, warnanya kekuning-kuningan dan bau. Saya minta beras untuk rakyat miskin ya sesuai dengan standart,” ujar Bupati Sukento Rido Marhaendrianto.

Beras untuk rakyat miskin yang sesuai standart harus memenuhi kriteria sebagaimana tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) No 5 tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah / Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah. Beberapa kriteria itu antara lain memiliki kadar air maksimal 14 persen, patah maksimal 20 persen, kadar menir maksimal 2 persen dan derajat sosoh minimal 95 persen.

Sementara itu tim Pemantau Beras Raskin Pemkab Purbalingga langsung melakukan pengecekan ulang terhadap kualitas beras Raskin di Gudang Bulog di Kelurahan Karangsentul. Anggota Tim Sutoyo mengatakan sampel beras sudah diambil dan akan diperiksa secara teliti.

Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Purbalingga, Susilo Utomo, Jumat (8/5) membenarkan hal tersebut. Diungkapkan dari hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Bupati Sukento Rido Marhaendrianto memang ditemukan beras Raskin yang tidak sesuai standar. “Makanya bupati langsung memerintahkan agar pembagian Raskin ditunda,’ ungkapnya.

Disampaikan pula bupati akan mengirimkan surat kepada Bulog Sub Divre IV Banyumas untuk segera mengganti beras Raskin yang dianggap tidak sesuai standart tersebut. Pihaknya mewakili bupati juga sudah mengadakan pertemuan dengan pihak terkait guna membahas hasil temuan Raskin yang kualitasnya buruk tersebut. “Sebagian beras Raskin sudah dikirimkan ke kecamatan. Namun kami telah menginstruksikan agar jangan dulu dibagi. Karena kami khawatir masyarakat akan protes karena beras tersebut kualitasnya jelek,” ujarnya.

 

Comment

Berita Lainnya