by

Pengembangan Bandara Komersial, Pemerintah Pilih Tunggul Wulung

-Bisnis-dibaca 215.95Rb kali | Dibagikan 87 Kali

Aktivitas di Bandara Tunggul Wulung2Aktivitas di Bandara Tunggul Wulung

CILACAP – Pupus sudah harapan Lanud Wirasaba di Purbalingga untuk dikembangkan menjadi bandara komersial, sekaligus menepis isu akan beroperasinya bandara yang dulunya menjadi pusat latihan TNI-AU itu, sebelum Idul Fitri 2016 mendatang. Sebab, Bandara Tunggul Wulung yang justru dipastikan segera dikembangkan untuk aktivitas penerbangan pesawat komersial.

Bahkan, maskapai penerbangan “plat merah”, Garuda Indonesia siap bekerja sama untuk melayani transportasi udara dari Bandara Tunggul Wulung.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatikan (Dishubkominfo) Kabupaten Cilacap U’ong Suparno mengatakan, kepastian ini didasari oleh surat dari Menteri Perhubungan dan surat Dirjen Perhubungan Udara tentang Usulan Pengembangan Lanud Wirasaba Purbalingga tertanggal 16 Desember 2015.

Surat tersebut menjadi jawaban surat usulan Gubenur Jawa Tengah tertanggal 11 September 2015 tentang Pembangunan Bandara di sekitar wilayah Banyumas.

“Dalam surat itu jelas disebutkan, arah pengembangan bandara itu untuk Tunggul Wulung,” katanya, Jumat (5/2).

Di antara isi suratnya menyebutkan, cakupan layanan bandar udara di wilayah Pulau Jawa adalah 100 kilometer atau antara jarak lurus antara dua bandara adalah 200 kilometer.

Tunggul Wulung Cilacap dengan wilayah Purbalingga dan sekitarnya masih dalam jarak lurus tersebut. Bahkan untuk Wirasaba berada pada jarak lurus sekitar 50 kilometer. Dengan demikian, wilayah Purbalingga dan sekitarnya (Banjarnegara dan Kebumen) termasuk dalam cakupan layanan Bandara Tunggul Wulung Cilacap. “Sisi kajian navigasinya, penerbangan ruang udara Lanud Wirasaba Purbalingga akan bersinggungan dengan Tunggul Wulung,” jelas U’ong.

Keputusan Kementerian Perhubungan juga didasari pertimbangan produktivitas Tunggul Wulung yang tercatat selama 2014 melayani 17.266 penumpang dengan rute penerbangan Cilacap-Halim Perdanakusuma (Jakarta) dua kali sehari dan Cilacap-Semarang sehari sekali.

Disinggung soal panjang landasan yang menjadi kendala, U’ong kembali mengacu pada Surat Menteri Perhubungan Nomor KP.970 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap.

“Bandara ini direncanakan akan dikembangkan untuk melayani 175.400 penumpang dengan pesawat terbang terbesar, yakni ATR 72 – 600. Untuk landasan yang saat ini 1.400 x 30 meter akan dikembangkan menjadi 1.600 x 30 meter,” tandasnya. (estanto)

Comment

Berita Lainnya