PENGARUH FASILITASBELAJAR TERHADAP PRESTASI SISWA – Lantief Karyono, S.Pd

By: On: Dibaca: 25,991x
PENGARUH FASILITASBELAJAR TERHADAP PRESTASI SISWA – Lantief Karyono, S.Pd

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, sumber daya manusia yang berkualitas mutlak diperlukan. Untuk menciptakan sumber daya manusia tersebut sektor pendidikan memegang peranan yang sangat penting,karena melalui pendidikan ini akan melahirkan manusia-manusia yang kreatif dan inovatif.

Menurut Sukardi dalam Sukarno (2007), keberhasilan pendidikan seseorang ditentukan beberapa faktor, yaitu faktor yang berasal dari dalam (faktor internal) dan faktor yang berasal dari luar individu (faktor eksternal).

Faktor internal dapat digolongkan menjadi dua, yaitu fisiologis dan psikologis. Sedangan faktor eksternal terdiri dari faktor sosial dan nonsosial. Yang termasuk faktor fisiologis antara lain kesehatan dan cacat badan. Faktor psikologis antara lain: motivasi,  konsentrasi, reaksi, organisasi, sikap, dan konsep diri.

Faktor dari luar terdiri dari faktor keluarga, sekolah, masyarakat serta sarana dan prasarana atau fasilitas. Fasilitas belajar mempunyai peranan sangat penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Fasilitas belajar terdiri dari fasilitas belajar di sekolah dan fasilitas belajar di rumah.

Fasilitas belajar di rumah sangat mendukung dan berperan dalam menentukan keberhasilan siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung. Fasilitas tersebut antara lain:

  1. Ruang belajar atau tempat belajar; pengaturan ruang belajar yang disediakan berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam belajar. Ruang belajar yang tertata rapi akan berimplikasi menyenangkan bagi pemakainya. Hal ini dapat membuat siswa semakin betah dan kerasan dalam belajar. Sebaliknya tata ruang yang tidak rapi akan membuat siswa tidak termotivasi dalam belajarnya. Sebaiknya tata ruang belajar adalah tersendiri dan tidak berdekatan dengan tempat tidur dan tidak menghadap keluar jendela, sehingga tidak mengganggu. Selain itu harus tersedia pula kelengkapan belajar sehingga siswa tidak kesulitan dalam mencari alat dan bahan belajar. Dengan dimikian waktu yang digunakan untuk belajar lebih efisien dan efektif.
  2. Penerangan cahaya yang cukup; suatu tempat belajar yang baik apabila memiliki penerangan cahaya yang cukup. Seseorang dapat membaca dengan kapasitas lebih besar dan kelelahan mata yang kecil apabila memanfaatkan penerangan yang cukup. George J Dudycha dalam bukunya Learn More With Less Effort menerangkan bahwa “Penerangan dari cahaya lampu dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu (1) penerangan tak langsung; (2) penerangan setengah tak langsung; (3) penerangan setengah langsung; (4) penerangan langsung.” Penerangan yang terbaik untuk membaca diwaktu malam adalah penerangan tak langsung, karena cahaya pemantulan akan tersebar ke seluruh jurusan sehingga sifatnya merata da tidak menimbulkan bayangan. Penerangan jenis ini tidak begitu cepat menimbulan kelelahan mata.
  3. Ventilasi udara; ventilasi udara dalam tempat belajar hendaknya diusahakan supaya lancar. Kamar belajar tanpa adanya peredaran udara yang baik akan menyebabkan seseorang akan mengantuk atau tidak betah di dalam kamar belajar.
  4. Suasana rumah; suasana rumah atau kejadian-kejadian disekitar siswa akan mempengaruhi proses belajarnya. Agar siswa dapat belajar dengan baik maka perlu diciptakan suasana rumah yang tenang dan tentram. Dengan demikian akan kerasan dan betah dalam belajarnya dirumah. Selain itu hubungan antar anggota keluarga dirumah juga harus dibina dengan baik. Karena dengan hubungan penuh perhatian dan kasih sayang yang disertai bimbingan dan nasihat dari orang tua atau anggota keluarga yang lain sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa. Dengan adanya bimbingan maka anak akan mengerti tanggung jawabnya sebagai pelajar yaitu belajar, dengan perhatian orang tua terhadap belajar anaknya menyebabkan anaknya berhasil dalam studinya. Lingkungan yang aman juga mempengaruhi kondisi belajar siswa, siswa akan sulit berkonsentrasi apabila lingkungan sekitarnya ramai dan gaduh.
  5. Transportasi; transportasi dari dan menuju ke sekolah kadang-kadang menjadi kendala dalam belajar dirumah maupun disekolah. Transportasi yang lancar akan menyebabkan siswa menjadi tenang dalam mempersiapkan diri untuk belajar sehingga menambah konsentrasi dalam belajar

Dari uraian diatas maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa fasilitas belajar dirumah sangat berpengaruh terhadap keberhasilan atau prestasi belajar siswa. Pemenuhan fasilitas belajar di rumah pada akhirnya akan didapatkan hasil belajar yang memuaskan dan sebagai indikator-indikator fasilitas belajar di rumah antara lain: ruang belajar, penerangan ruang belajar, kelengkapan alat-alat belajar, suasana rumah, kelancaran administrasi dan transportasi.

 

*) Penulis Guru IPA SMP N 1 Mrebet Purbalingga

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!