by

Pemprov Jateng Gelar Acara Peringati Malam 1 Suro Secara Sederhana

-Budaya-dibaca 4.00Rb kali | Dibagikan 12 Kali

Peringatan Malam 1 Suro di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah digelar secara sederhana, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu (19 Agustus 2020). Acara itu dikemas dengan doa bersama dan pemberian santunan kepada keluarga korban virus corona, yaitu anak yatim dan kaum dhuafa.

Secara khusus, Gubernur Jateng; Ganjar Pranowo menjelaskan kalau pemberian santunan itu agar seluruh warga Jawa Tengah bisa benar-benar sadar taat protokol kesehatan. Pandemi corona di Indonesia termasuk di Jawa Tengah belum berakhir.

“Ini kesempatan kita untuk menyampaikan kepada masyarakat, mari kita bangun kesadaran bareng-bareng, taat pada protokol kesehatan yuk, dan kita tidak boleh patah semangat. Kita bisa bangkit memasuki tahun baru ini sehingga mental kita selalu tetap membara,” ujar Ganjar, usai acara, didampingi Wakil Gubernur Jateng; Taj Yasin Maimoen.

Ganjar menuturkan, mulai Malam 1 Suro, ia mengajak seluruh warga Jawa Tengah agar bisa lebih membangun kesadaran terhadap protokol kesehatan berdasarkan komunitas berbasis masyarakat. Kesadaran terhadap protokol kesehatan itu bisa dibangun mulai dari adanya jogo tonggo yang kemudian bisa diperluas ke lingkup yang lebih kecil.

“Perluasan jogo tonggo ini sangat penting,” sambungnya.

Menurutnya membangun kesadaran kepatuhan protokol kesehatan sangatlah penting disamping pelaksanaan penegakkan hukum yang didalamnya terdapat sejumlah sanksi. Meski begitu, Ganjar menegaskan hukum tetap harus ditegakkan apabila ada pelanggar.

“Sebagai pemerintah, kita tidak bisa untuk tidak menegakkan hukum,” lanjut Ganjar.

Ketua MUI Jateng, Ahmad Daroji, menyebut bahwa Gubernur Jateng meminta para kyai agar turut mensosialisasikan protokol kesehatan. Darodji menuturkan, sosialisasi itu ia rasa jauh lebih penting ketimbang penegakkan hukum.

 

 

Comment

Berita Lainnya