Pemkot Madiun Getol Pertahankan Predikat Kota Layak Anak

By: On: Dibaca: dibaca 11.66Rbx
Pemkot Madiun Getol Pertahankan Predikat Kota Layak Anak

 

Kota Madiun resmi dinobatkan sebagai kota layak anak dua bulan terakhir. Berbagai upaya dilakukan pemkot setempat untuk mempertahankan dan meningkatkan penghargaan tersebut. Mulai meningkatkan fasilitas ramah anak, penekanan kasus yang melibatkan anak, hingga perencanan program untuk kepentingan anak.

‘’Penghargaan ini bisa saja dicabut kalau kriterianya tidak terpenuhi. Kami terus berupaya minimal untuk mempertahankan,’’ kata Kabid Perlindungan Perempuan dan Hak Anak Dinsos PP dan PA Kota Madiun Sri Mahaendra Data

Sebaliknya, penghargaan cukup mungkin ditingkatkan. Kota Madiun, kata dia, mendapat penghargaan kota layak anak kategori pratama. Ada empat kategori lagi di atasnya. Pihaknya, getol mempersiapkan itu. Berbagai kegiatan yang mendukung kota layak anak digenjot. Mulai layanan pendidikan, kesehatan, akses informasi, hingga antisipasi kasus yang melibatkan anak.

Mahendra menyebut setidaknya ada lima indikator yang wajib dipertahankan. Yakni, hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang dan budaya, serta perlindungan anak. Di dalamnya, terdapat beberapa sub kriteria yang juga tidak boleh lepas. Di antaranya, hak mendapatkan pendidikan, puskesmas ramah anak, taman baca, pemenuhan gizi seimbang, dan pendampingan saat terjerat kasus. ‘’Ini merupakan pekerjaan lintas sektor. Perlu koordinasi yang solid antar instansi dan lembaga,’’ tegasnya.

Keberhasilan Kota Madiun akan kota layak anak juga tak terlepas dari support pemkot. Kebijakan yang diambil harus berpihak pada anak. Mulai penganggaran hingga pembentukan aturan. Kota Madiun sudah memiliki Perda 16/2017 tentang penyelenggaraan kota layak anak. Perda ini kerap menjadi rujukan daerah lain.

Pemkot juga getol dalam penyediaan fasilitas anak. Mulai taman bermain, taman baca, hingga arena balap. Ini, lanjutnya, penting untuk memfasilitasi hobi balapan anak. ‘’Setiap anak wajib mendapat haknya. Prinsipnya pemkot terus berupaya memfasilitasi itu,’’ ungkapnya sembari menyebut tercatat 22 kasus yang melibatkan anak selama 2016 silam dan sudah tertangani sepenuhnya. (willy nugraha_mgr)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!