Menu
Media Online Terpercaya

Pemkab Purbalingga Beri Bantuan Hibah untuk 69 Penyandang Thalassemia

  • Share
Thalassemia
Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Wahyu Alam Mardika menyerahkan dana hibah APBD tahun 2020 secara simbolis disaksikan Ketua Umum POPTI Purbalingga, Akhmad Khamid Supriyono di ruang Thalassemia, komplek sebelah barat RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, Minggu (26 September 2021).

Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Purbalingga menyalurkan bantuan sosial untuk penyandang Thalassemia (Thaler).

Baca Juga: dr. Ardian Budikusuma, Sp.A, M.Kes: Penyandang Thalassemia harus mampu mandiri

Dana hibah sebanyak Rp. 162.000.000 untuk 69 Thaler ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Kabupaten Purbalingga tahun 2020.

Baca Juga: Thalelong Diperkenalkan di Thaler Camp Purbalingga 2020

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga, Hanung Wikantono melalui Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Wahyu Alam Mardika menuturkan, bantuan ini disalurkan kepada para thaler melalui Perhimpunan Orangtua Penyandang Thalassemia Indonesia (POPTI) Purbalingga.

Baca Juga: Penyandang Thalassemia Purbalingga Gelar Thaler Camp 2020

“Tahun ini diberikan APBD bantuan uang transportasi dan lauk pauk sebanyak Rp.162.000.000 untuk 69 orang thaler. Semoga ini dapat sedikit membantu meringankan beban para orang tua yang setiap bulan harus dikeluarkan,” ungkapnya saat menyerahkan bantuan secara simbolis di ruang Thalassemia, komplek sebelah barat RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, Minggu (26 September 2021).

“Kepada para orang tua terus memberikan semangat positif kepada thaler agar selalu termotivasi menjalani kehidupan,” imbuhnya

Ia mengatakan, pihaknya akan terus berupaya membantu POPTI untuk mengedukasi kepada masyarakat tentang penyakit thalassemia. Karena, hingga kini belum ada obatnya. Satu-satunya cara mencegah dan menekan jumlah penderita thalasemia adalah dengan menghindarkan sesama pembawa thalasemia minor menikah.

“Nanti kita awali dengan Publik Hearing. Ini satu cara untuk mengetahui apa dan bagaimana sebenarnya tingkat pemahaman, respon, dan ekspektasi publik. Kita pastikan minta masukan dari POPTI,” katanya

Ketua Umum POPTI Purbalingga, Akhmad Khamid Supriyono menuturkan, mewakili para orangtua thaler, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga yang telah mengalokasikan dana hibah kepada para thaler.

“Sudah kali keempat kami dibantu. Tahun ini baru melalui Dinkes. Bantuan ini sangat berarti bagi pembiayaan tranportasi kami. Karena, untuk seorang thaler, satu bulan harus rutin menjalani tranfusi. Ada thaler yang melakukan 3-4 kali dalam sebulan. Kalau biaya tranfusinya mencapai Rp. 5.000.000, itu ditanggung BPJS,” ungkapnya

“Kepada para orantua, terus bersemangat. Yakinlah ini merupakan tiket surga bagi kita. Ingatkan dan pacu semangat anak-anak kita. Jangan lalai tranfusi secara rutin dan minum obat,” imbuhnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus memberikan pengetahuan mengenai penyakit Thalassemia sebagai langkah pencegahan. Edukasi tentang penyakit Thalassemia yang bersifat genetik dan diturunkan, serta kasus ”carier” nya di masyarakat.

“Pengetahuan tentang gejala  awal Thalassemia. Pengetahuan ini juga sangat penting bagi pasangan  calon pengantin, mereka  perlu  mendapatkan   pengetahuan   tentang penyakit-penyakit  yang  dapat  diturunkan. Dengan edukasi pencegahan penambahan Thalassemia mayor, kita akan membantu Negara. Jangan sampai membebani anggaran Negara,” ungkapnya

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *