Pemilu 2019 Paling Rumit – Banyak Anggota KPPS Kapok

By: On: Dibaca: 18,801x
Pemilu 2019 Paling Rumit – Banyak Anggota KPPS Kapok

Pemilihan serentak untuk pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, calon nggota DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota itu benar-benar menguras energi fisik dan psikis penyelenggara pemilu. Pemilu 2019 ini disebut-sebut sebagai pemilu paling rumit sepanjang sejarah pelaksanaan ‘pesta demokrasi’ di Indonesia.

Dalam pemilu serentak ini akan dipilih, sepasang presiden dan wakil presiden 575 anggota DPR RI, 136 anggota DPD, 2.207 anggota DPR Provinsi dan 17.610 anggota DPRD Kota/Kabupaten.Terdapat 16 partai yang mempertarungkan para calonnya, plus empat partai daerah yang khusus bertarung di Aceh.

Sedangkan para pemilih, jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Komisi Pemilihan Umum (KPU), tercatat sebanyak 185.732.093 orang yang terdiri dari 92.802.671 pemilih laki-laki dan 92.929.422 pemilih perempuan, yang akan memilih di 805.075 TPS.

“Saya sudah berkali-kali jadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).  Baru kali ini ngurusi pemilu mblengeri (membosankan-red) seperti ini,” tutur seorang anggota KPPS di Purbalingga.

Menurutnya, dari proses pemungutan dan penghitungan suara hingga mengisi bermacam-macam formulir di Tempat Pemungutan Suara (TPS), dibutuhkan waktu lebih dari 24 jam. Bahkan tidak sedikit TPS yang baru bisa menyelesaikan tugasnya pada jam 11.00 esok harinya.

“Saya kapok, tidak mau ikut ngurusi kalau pemilunya masih serentak seperti ini,” ujarnya sembari meminta namanya tidak disebutkan.

Pemilu paling rumit juga dirasakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) saat melakukan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara. Kendati dalam rapat pleno itu dibagi  tiga kelompok untuk merekapitulasi perolehan suara tiga desa/kelurahan, rata-rata proses rekapitulasi masing-masing desa atau kelurahan membutuhkan waktu antara 12 hingga 16 jam, tergantung jumlah TPS di wilayahnya.

Kendati rapat pleno dibagi dalam tiga kelompok untuk merekapitulasi perolehan suara tiga desa/kelurahan, tak urung butuh waktu hampir sehari semalam. Hari pertama rapat pleno oleh PPK Purbalingga dilaksanakan Jumat. Rekapitulasi penghitungan lima suara dari Kelurahan Bojong, Toyareja dan Jatisaba baru selesai sesaat sebelum matahari terbit esok harinya.

Rekapitulasi dilanjutkan pada Sabtu pagi (20/4) untuk tiga kelurahan lainnya. Hingga Selasa malam (23/4), rekapitulasi itu masih berlangsung.

Anggota PPK Kecamatan Purbalingga, Toto Rusmanto menuturkan, sepanjang tidak ada keberatan dari saksi atau pengawas, hanya dibutuhkan waktu masing-masing satu jam untuk merekap surat suara pasangan capres/cawapres dan calon anggota DPD. Tapi untuk merekap untuk surat suara calon DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, waktu yang dibutuhkan  bisa sedikitnya tiga jam untuk satu macam surat suara. Semakin banyak TPS semakin lama pula waktu yang dibutuhkan.

“Apalagi tidak sedikit kesalahan input data pada formulir C1 hologram oleh petugas KPPS. Kekeliruan itu terjadi karena petugas sudah sangat capek dan ngantuk setelah bekerja sehari semalam penuh,” ujarnya.

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!