by

Pemerintah Kecamatan Karangmoncol Karangmoncol Gencar Lakukan Operasi Masker

-Daerah, Update-dibaca 6.05Rb kali | Dibagikan 19 Kali

Data Pemerintah Kecamatan Karangmoncol mencatat sebanyak 424 warga telah terjaring dalam operasi yustisi. Warga yang tidak bermasker itu didata, diedukasi untuk kemudian menyatakan tidak akan mengulangi tidak memakai masker ketika melakukan kegiatan diluar.

“Kami telah mendata dan mengedukasi sejumlah 424 warga. Mereka juga berjanji untuk tidak mengulangi hal tersebut,” ungkap Camat Karangmoncol, Juli Atmadi kepada media siber lintas24.com usai acara Monitoring dan Evaluasi Covid-19 dan persiapan Pilkada serentak 2020, di Pendapa Kecamatan Karangmoncol, Selasa (20 Oktober 2020)

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kecamatan Karangmoncol terus melakukan operasi penindakan pelanggaran protokol kesehatan khususnya pada penggunaan masker. Setiap hari selasa Pemerintah Kecamatan Karangmoncol melakukan operasi yustisi penggunaan masker dengan melibatkan berbagai unsur seperti Koramil dan Polsek.

“Pendisplinan penggunaan masker dilakukan semata demi meminimalisir persebaran Covid-19 di wilayahnya. Kami masih terus melakukan operasi masker agar persebaran Covid-19 tidak semakin meluas di wilayah Kecamatan Karangmoncol,” katanya.

Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana juga menekankan langkah preventif agar Covid-19 tidak semakin meluas terlebih jelang Pilkada. Dia mengajak semua yang hadir untuk menjadi bagian dari sejarah untuk mensukseskan Pilkada di tengah Pandemi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sehingga tidak akan ada istilah klaster Pilkada.

“Anda akan dicatat dalam sejarah sebagai orang yang berkontribusi mensukseskan Pilkada di tengah Pandemi. Asalkan protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan dengan baik sehingga tidak akan ada klaster Pilkada,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono berpesan kepada warga masyarakat Purbalingga yang akan menghadapi libur panjang untuk tidak bepergian jauh. Khususnya daerah yang merupakan saat ini menjadi zona merah Covid-19 seperti Jakarta dan lebih baik menjaga diri dengan tidak bepergian ke daerah-daerah epicentrum Covid-19.

“Ra sah ngulon (Jakarta,red) karena nanti bisa jadi akan membawa penyakit atau virus,” katanya.

 

 

Comment

Berita Lainnya