by

Pemerintah Didesak Keluarkan Solusi Untuk Guru Belum Bersertifikasi

-Pendidikan-dibaca 103.20Rb kali | Dibagikan 20 Kali

Pemerintah didesak segera mengeluarkan solusi terkait keberadaan guru yang belum bersertifikasi dan belum mengantongi ijazah sarjana (S-1).  Pasalnya sesuai Undang-Undang Guru dan Dosen, seluruh guru yang belum S-1 harus menyelesaikan pendidikannya dengan batas akhir Desember 2015.

Ketua PGRI Kabupaten Banyumas, Takdir Widagdo, Jumat (5/6), mengungkapkan pihaknya mendorong pemerintah agar segera mengupayakan adanya jalan penyelesaian, terkait keberadaan guru yang belum bersertifikasi maupun yang belum menempuh pendidikan sarjana tersebut.

Menurut dia, sebenarnya ada sejumlah solusi yang bisa dilakukan pemerintah untuk menangani persoalan tersebut. Pertama dengan mempercepat pelaksanaan Program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) maupun program Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan (PPGJ).

Kemudian yang kedua dengan menambah kuota PLPG maupun PPGJ tahun ini agar seluruh guru yang belum tersertifikasi bisa mengikuti program tersebut. Sehingga ketika aturan itu diberlakukan, sudah tidak ada lagi guru yang belum tersertifikasi.

”Jangan sampai para guru dikorbankan hanya karena kebijakan pemerintah tersebut. Pemerintah harus menyelamatkan para guru-guru yang potensial. Adapun bagi guru yang memang usianya sudah tua, sebaiknya perlu ada kebijakan khusus bagi mereka agar tetap melaksanakan tugas sampai pensiun,” terangnya.

Dia mengatakan, sebagian besar mereka yang belum berijazah S-1 merupakan guru-guru yang sudah berusia tua dan mendekati masa pensiun.  Mereka rata-rata berlatar belakang pendidikan Sekolah Pendidikan Guru (SPG).

Kendati secara formalitas persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi belum terpenuhi, lantaran belum S-1, namun di sisi lain mereka memiliki nilai tambah.  Ada beberapa di antara mereka yang memiliki kemampuan di bidang keterampilan tertentu dan tidak dimiliki banyak guru, sehingga bisa diajarkan kepada peserta didik.

”Bagi mereka yang belum menempuh pendidikan S-1 dan usianya belum mencapai 50 tahun, maka mau tidak mau mereka akan kami usulkan untuk dijadikan sebagai pegawai fungsional.  Namun yang usianya sudah mencapai lebih dari 50 tahun, ya sebaiknya bisa diusulkan untuk menerima sertifikasi tapi pangkatnya tidak naik,” tandasnya.

Sementara Kasi Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Dikdas Dinas Pendidikan Banyumas, Susmoro, mengatakan rata-rata guru yang akan memasuki masa pensiun cenderung pasrah dengan keadaan.  Mereka sudah tidak ada niat melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana, meski aturan mewajibkan mereka.

”Biasanya guru berusia 50 tahun ke atas lebih memilih untuk pasrah. Mereka sudah tidak sanggup lagi untuk berpikir terkait materi perkuliahan,” terangnya.

Data Dinas Pendidikan menyebutkan, jumlah total guru yang belum menempuh pendidikan S-1 sebanyak 3.252 orang.  Mereka ada yang hanya berlatar belakang pendidikan SMA, Diploma Dua (DII) dan Diploma Tiga (DIII).  Mereka juga tersebar di seluruh jenjang, mulai dari TK sampai SMA/SMK.

Comment

Berita Lainnya