Pemerintah Batasi Warga Asing ke Papua

By: On: Dibaca: 39,962x
Pemerintah Batasi Warga Asing ke Papua

Pemerintah Republik Indonesia membatasi warga negara asing (WNA) memasuki Papua. Pembatasan itu untuk mencegah masuknya provokator yang ingin memperkeruh suasana di Papua dan Papua Barat.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto menjelaskan pembatasan warga asing yang ingin ke Papua harus melalui persyaratan-persyaratan tertentu dan melewati skrining. Jika situasi di Papua dan Papua Barat sudah benar-benar kondusif seperti sediakala, warga asing justru didorong untuk berwisata ke Papua.

“Semua itu kan ada kepentingannya. Bukan pelarangan ya, pembatasan. Saya tanya apakah Anda bisa membedakan ini wisatawan atau provokator? Enggak bisa kan. Nah, makanya supaya nanti tidak ada yang ikut ke sana, nimbrung ke sana, maka ada pembatasan. Nanti kalau sudah kondusif, sudah damai, kita suruh masuk. Ayo ke Raja Ampat sana, devisa masuk. Dulu juga nggak ada pembatasan. Ya, kita minta maaf, tapi itu harus kita lakukan,” katanya, saat konferensi pers kondisi Papua dan Papua Barat, di Jakarta, Rabu (4 September 2019).

Mengenai deportasi terhadap empat WNA asal Australia, ia mengatakan belum ada bukti cukup keterlibatan mereka dengan kerusuhan di Papua sehingga hanya mereka dideportasi.

“Kalau ada bukti yang cukup, kita pasti hukum dengan hukuman kita, UU kita, karena mereka kemarin ikut nimbrung ke situ. Ditanya, kok foto-foto? Saya kira pawai budaya. Ini bukan pawai budaya, ini demonstrasi, anarkis,” katanya.

Namun, kata Wiranto, jika mereka membawa dokumen-dokumen, seperti bendera bintang kejora, dan sebagainya pasti akan diproses dengan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Sorong telah mendeportasi empat warga negara Australia karena diduga ikut dalam aksi Papua Merdeka di Sorong, Papua Barat. Keempat WN Australia tersebut adalah Baxter Tom (37), Davidson Cheryl Melinda (36), Hellyer Danielle Joy (31), dan Cobbold Ruth Irene

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!