by

Pembukaan Destinasi Wisata di Purbalingga Harus Kantongi Ijin Bupati

-Update, Wisata-dibaca 3.34Rb kali | Dibagikan 21 Kali

Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Diporapar) Kabupaten Purbalingga tegas melarang destinasi wisata di Kabupaten Purbalingga untuk membuka kembali layanan wisata. Pengelola harus mendapatkan persetujuan dari Bupati Purbalingga

“Sebelum memohon persetujuan untuk buka kembali kepada Bupati, selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purbalingga. Pengelola destinasi wisata sebelumnya juga harus melakukan dua kali simulasi pembukaan,” tutur Kepala Diporapar Kabupaten Purbalingga, Bambang Widjonarko,

Dia menambahkan, setelah melakukan simulasi pertama pengelola destinasi wisata melaporkan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purbalingga, untuk dilakukan evaluasi.

“Setelah itu, melakukan simulasi kedua, untuk selanjutnya kembali dievaluasi. Hasil evaluasi simulasi kedua akan menjadi dasar permohonan buka kembali kepada Bupati,” jelasnya.

Dijelaskan olehnya meskipun nantinya mendapatkan persetujuan Bupati, pengelola baru bisa membuka destinasi wisata yang dikelolanya dengan sejumlah pembatasan. Diantaranya, ada pembatasan pengunjung.

“Tentunya memperhatikan protokol kesehatan menjelang new normal,” tambahnya.

“Terakhir, objek wisata Purbasari Pancuranmas sudah mengajukan simulai yang digelar 1 Juli lalu. Namun, kemudian mereka mengundur jadwal simulasi,” imbuhnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya