“Pemberdayaan Perpustakaan SekolahUntuk Peningkatan Minat Baca Dan PrestasiBelajar Siswa”

By: On: Dibaca: dibaca 618.42Rbx
“Pemberdayaan Perpustakaan SekolahUntuk Peningkatan  Minat Baca Dan PrestasiBelajar Siswa”

14 September Sebagai Hari Kunjung Perpustakaan:

abas

 

Oleh

Abas Rosadi, S.S

 

BAB. I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang Masalah

Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh generasi mudanya.Generasi mudalah yang akan menggantikan generasi sekarang dan melanjutkan estafet kepemimpinan di masa yang akan datang. Negara membutuhkan generasi muda yang berkarakter dan berpengetahuan karena generasi itulah yangmampu bersaing dalam kompetisi global.Generasi itu bisa dicapai salah satunya dengankesadaran minat bacanya.Minat baca terutama pada buku memberikan banyak manfaat apalagi untuk generasi mudanya karena buku adalah jendela dunia, buku adalah sumber ilmu pengetahuan.Lalu bagaimana minat baca masyarakat Indonesia?

Tahun 2012,UNESCO meneliti tentang seberapa banyak orang yang suka membaca setiap 1000 orang. Hasil yang diperoleh Indonesia adalah 0,001artinya setiap 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang suka membaca. Hasil ini menggambarkan bahwa jarang sekali orang Indonesia yang suka membaca karena setiap 1000 orang, hanya 1 orang yang suka membaca. Bandingkan dengan Malaysia dengan 13 orang, Singapura dengan 27 orang, Jepang dengan 38 orang dan Amerika Serikat dengan 53 orang. United Nations Developments Programme (UNDP) merilis angka melek huruf orang dewasa Indonesia baru mencapai 65,5 persen, lebih rendah dari Malaysia yang sudah mencapai 86,4 persen. Sehingga dalam Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI) yang salah satu penilaiannya diambil dari tingkat melek huruf masyarakatnya, menempatkan Indonesia di urutan ke-108 dari 187 negara (lihat detikNews, 24/7/2013).Data dan fakta diatas menunjukkanbahwamasyarakat kita masih rendah minat bacanya.

Rendahnya minat baca masyarakat kita berakibat rendahnya minat baca anak-anakkhususnya anak-anak usia sekolah. Konsekuensinya adalah rendahnya daya serap mereka pada pelajaranyang berakibat kurang maksimalnya prestasi belajar mereka.

Di lainsisi, perpustakaan sekolahyang seharusnyamenjadi bagian penting dalam menutup kekurangan tadi kurang diberdayakan. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak mempunyai perpustakaan.Kalaupun ada perpustakaan itu hanya sebagai aksesori atau pelengkapuntuk penilaian akreditasi denganmengesampinkan tujuan dan fungsinya.Banyak alasan yang dikemukan, mulai dari keterbatasan anggaran, tidak adanya tenaga pustakawan dan alasan lainnya yang intinya bahwa perpustakaan sekolah kurang pentingkeberadaanya.Masih banyak yang beranggapan tanpa perpustakaanpun kegiatan sekolah tetap berjalan. Sungguh ironis!.

Berdasarkan latar belakang diatas,maka penulis tertarik untuk menulis artikel ilmiah ini dari sudut pandang optimalisasi peran perpustakaan sekolah dengan judul “Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah Untuk Peningkatan Minat Baca Dan Prestasi Belajar Siswa”.

 

BAB. II

KAJIAN TEORI

 

  1. Perpustakaan Sekolah

Menurut Surochman (2007:2), perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang berada di lingkungan sekolah, bertanggung jawab kepada kepala sekolah dan bertugas untuk melayani civitas akademika sekolah tersebut.

  1. Pengertian Minat Baca

Ginting (2005)mendefinisikan minat membaca adalah bentuk-bentuk prilaku yang terarah guna melakukan kegiatan membaca sebagai tingkat kesenangan yang kuat dalam melakukan kegiatan membaca karena menyenangkan dan memberikan nilai.

  1. Prestasi Belajar

Menurut Wyan K. (Slameto, 2002) prestasi belajar adalah  terjadinya interaksi optimal antara guru dengan siswa. Dimana guru memegang peranan yang menentukan keberhasilan proses belajar mengajar tersebut sehingga siswa memperoleh pengetahuan yang terwujud dalam bentuk prestasi belajar siswa (kognitif) maupun konsep diri siswa (afektif).

 

BAB. III

PEMBAHASAN

 

  1. PemberdayaanPerpustakaan Sekolah

Untukmeningkatkan prestasi belajar siswa, perpustakaan sekolah harus mampu membangkitkan minat baca pengunjungnya terlebih dahulu yaitu siswa.Caranya dengan mengelola perpustakaan dengan baik.Sebelum mengelola perpustakaan sekolah, ada beberapa tahapan yang harus dipersiapkan anatara lain:

  1. Mempersiapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM)

Standar pelayanan minimal adalah ketentuan minimal pelayanan perpustakaan yang harus diberikan pihak sekolah kepada siswa. Adanya SPM akan menjamin pelayanan minimal yang berhak diperoleh siswa dalam penggunaan sarana perpustakaan sekolah. Stoakley (1982) mengemukakan tentang konsep layanan perpustakaan yaitu penyediaan koleksi bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya, penyediaan fasilitas akses, gedung dan ruang baca, serta tersedianya staf profesional dalam memberi bimbingan dan pengarahan kepada mereka.Kemudian Trimo (1980) mengatakan bahwa layanan perpustakaan dimulai dari penyediaan koleksi pustaka, pengolahan, sampai pemberian jasa peminjaman dan penelusuran.

Berdasarkanteori diatas, ada empat komponen dasar pelayanan minimal perpustakaan yang harus disediakan yaitu:

  1. Koleksi Buku/Pustaka

Buku adalah unsur utama perpustakaan.Kita tidak bisa mengatakan perpustakaan tanpa adanya koleksi buku.Ketersediaan buku sangat mempengaruhi ketertarikan siswa pada perpustakaan.Selain itu perpustakaan dengan koleksi buku yang menarik dan variatif sangatlah penting untuk menciptakan suasana yang menyenangkan didalam kegiatan belajar dan rekreasi siswa.

  1. Penyediaan Gedung dan Ruang Baca

Perpustakaan sekolah membutuhkan gedung dan ruang baca sendiri.Banyak koleksi-koleksi buku yang membutuhkan ruang untuk pameran dan penyimpanan. Dengan adanya gedung mandiri akan mempermudah pengelolaan perpustakaan.

  1. Penyediaan Katalog

Katalog adalah alat bantu penelusuran pustaka atau sumber informasi yang terdapat pada rak atau pangkalan data (database). Katalog memuat tentang deskripsi bibliografi dan penjurus hal (tajuk subjek). Titik akses pada katalog melalui nama pengarang, judul, subjek dan nomor klasifikasi. Hal ini membantu siswa dalam menelusuri kajian pustaka secara mudah, efektif dan efisisen, apalagi dengan fasilitas teknologi informasi penelusuran aken lebih mudah, lebih efektif dan lebih efisien.

  1. Penyediaan Pustakawan

Selama ini pustakawan masih dianggap hanya sebagai pelengkap di sebuah sekolah, bahkan masih banyak perpustakaan sekolah yang tidak mempunyai pustakawan.Padahal tidak bisa dibayangkan betapa kacaunya perpustakaan tanpa pengelola.Dengan masih rendahnya kedisiplinan siswa dalam hal peminjaman dan pengembalian yang terjadi buku-buku berserakan, banyak koleksi buku yang rusak, hilang, sirkulasi tidak lancar dan pelayanan macet.Maka pustakawan sangat dibutuhkan untuk menjadikan perpustakaan yang teratur dan menyenangkan karena 50% keberhasilan layanan ditentukan oleh perpustakaan atau pustakawan.Stoakley menyatakan bahwa keberhasilan layanan terletak pada stafnya.

Ketika keempat komponen dasar pelayanan perpustakaan diatas sudah terpenuhi maka sebuah perpustakaan sudah bisa melaksanakan tugas dan dan fungsinya.

2.Fungsi Perpustakaan Sekolah

Setelah terpenuhi standar pelayanan minimal, maka perpustakaan sekolah bisa memenuhi fungsinya.Menurut Bafadal (2009:6) fungsi perpustakaan sekolah adalah:

  1. Fungsi Edukatif

Segala fasilitas dan sarana yang ada pada perpustakaan sekolah, terutama koleksi yang dikelolanya bisa membantu siswa untuk belajar dan memperoleh kemampuan dasar dalam mentransfer konsep-konsep pengetahuan terutama pengetahuan dari pelajaran yang didapat di sekolah.Diharapkan di kemudian hari para siswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan pengetuannya ke tingkat yang lebih tinggi.

  1. Fungsi Informatif

Mengupayakan penyediaan koleksi perpustakaan yang memberikan informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan siswa dan guru.

  1. Fungsi Rekreasi

Fungsi ini bukan merupakan fungsi utama perpustakaan sekolah, namun hanya sebagai pelengkap saja guna memenuhi kebutuhan sebagian civitas akademika akan hiburan intelektual.Akan tetapi hal ini sangat berpengaruh untuk memotivasi siwa rajin untuk membaca.

  1. Fungsi Riset dan Penelitian

Koleksi perpustakaan sekolah juga dapat dijadikan bahan untuk membantu kegiatan penelitian sederhana bagi siswa dan guru.

  1. HubunganAntara Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah, Minat Baca Dan Prestasi Belajar Siswa

Membaca mempunyai banyak manfaat untuk menopang prestasi belajar siswa. Menurut Gray & Rogers (1995) seperti yang dikutip oleh Supriyono (1998:3) manfaat membaca adalah meningkatkan pengembangan diri, memenuhi tuntutan intelektual, memenuhi kepentingan hidup, meningkatkan minatnya terhadap suatu bidang, dan mengetahui hal-hal yang actual. Peningkatan minat baca siswa menjadi tanggungjawab perpustakaan sekolah.Perpustakaan sekolah harus mampu membangkitkan minat baca siswanya demi peningkatan prestasi belajarnya. Karena usaha tersebutakan berbanding lurus dengan hasilnya. Perpustakaan sekolah yang tidak diberdayakan atau diberdayakan tetapi tidak optimal berakibat pada rendahnya motivasi dan minat baca siswa.Rendahnya minat baca siswa sangat mempengaruhi prestasi belajarnya.Sebab dengan rendahnya minat membaca, siswa tidak bisa mengembangkan potensi dirinya, tidak bisa memenuhi kebutuhan intelektualnya serta tidak mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi.

Sebaliknya Sekolah yang mempunyai perpustakaan mandiri pasti memiliki banyak kelebihan.Dikarenakan fungsi perpustakaan begitu penting dalam institusi pendidikan kaitannya untuk memompa semangat siswa supaya rajin membaca, mengerjakan tugas-tugas sekolah dan menggali informasi.Ditambah dengan pemberdayaan perpustakaan sekolah yang optimal tentu motivasi dan minat baca siswa semakin meningkat dan siswa bisa mendapatkan manfaat dan faedah yang lebih banyak lagi.

Prestasi suatu sekolah ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuan siswanya.Kecerdasan dan pengetahuan siswa dihasilkan oleh seberapa ilmu pengetahuan yang didapat oleh mereka.Pengetahuan siswa banyak didapat dari aktifitas membaca.Semakin anak rajin membaca maka dia akan semakin berkembang ilmu pengetahuannya, semakin maju pemikirannya dan semakin kritis gagasan-gagasannya. Dan sumber bacaan utama siswa didapat dari perpustakaan.Jadi prestasi suatu sekolah berjalan seiring dengan minat baca siswanya dan minat baca siswanya berjalan seiring dengan seberapa baik pemberdayaan perpustakaan sekolahnya.

Berdasarkan pembahasan diatas, ada tiga hal yang berkaitan antara pemberdayaan perpustakaan sekolah dengan minat baca dan prestasi siswa yaitu; Pertama, perpustakaan sangat penting dan harus ada pada setiap institusi pendidikan.Kedua, minat baca siswa sangat menunjang prestasi belajar mereka.Ketiga, pemberdayaan perpustakaan sekolah secara optimal dan dijalankan sesuai dengan tujuan dan fungsinya sangat menunjang peningkatan minat baca dan prestasi siswanya. (Penulis adalah guru Bahasa Inggris dan Koordinator Perpustakaan MTs Negeri Karanganyar Kabupaten Purbalingga).

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!