PEMBELAJARAN PAI DENGAN METODE SMART GAME – Sokhidin, S.Pd.I., M.Pd.

By: On: Dibaca: 5,567x
PEMBELAJARAN PAI DENGAN METODE SMART GAME – Sokhidin, S.Pd.I., M.Pd.

Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya. Oleh karena itu sebagai guru dituntut untuk selalu memberikan materi terbaik bagi anak didik. Banyak metode yang bisa disampaikan dari guru kepada siswa.   Pembelajaran yang berpusat pada guru, suasana kelas yang kaku, media pembelajaran yang kurang mendukung, pengorganisasian siswa yang belum optimal dan penggunaan mono methode merupakan faktor-faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa.

Salah satu diantaranya adalah saat siswa mengalami kesulitan dalam menguasai  Kompetensi Dasar tentang mengerti makna iman kepada malaikat-malaikat Allah berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan alam sekitar. Hal ini nampak pada belum maksimalnya kemampuan dalam menyebutkan nama-nama dan tugas-tugas malaikat Allah. Dibutuhkan model pembelajaran yang multi approach  dan strategi belajar mengajar yang variatif. Pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengembangkan berbagai kecerdasan yang dimilikinya.

Guru PAI harus mampu menciptakan model-model pembelajaran yang variatif, menyenangkan, dan bermakna sehingga siswa dapat mandiri dan mencapai ketuntasan dalam belajar. Tentu saja metode yang digunakan  harus disesuaikan dengan karakteristik materi, karakteristik siswa dan disesuaikan dengan kemampuan guru.

Salah satu metode yang jarang digunakan dalam pembelajaran PAI adalah metode smart game. Metode ini menyajikan berbagai bentuk permainan. Permainan (games) populer dengan berbagai sebutan, seperti ice breaker  berarti pemanasan dan energizer berarti penyegaran.

Karakteristik games  adalah  menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (fun) serta serius tapi santai. Permainan digunakan untuk penciptaan suasana yang semula pasif menjadi aktif, kaku menjadi luwes,  jenuh menjadi riang. Metode ini diarahkan agar tujuan belajar dapat dicapai secara efektif dan efisien dalam suasana gembira meskipun membahas hal-hal yang sulit.

Dalam keseharian, kita mungkin bertanya, mengapa anak-anak selalu bersemangat saat bermain? Tidak pernah merasa lelah untuk aktivitas satu ini. Namun ketika tiba giliran belajar, mereka cepat sekali merasa jenuh.

Dengan bermain, siswa mengekspresikan diri dan gejolak jiwanya. Karena dengan permainan, seorang guru dapat mengetahui gejolak serta kecenderungan jiwa anak dan sekaligus dapat mengarahkannya. Dalam ajaran agama, orang tua dianjurkan untuk sering-sering bermain dengan anak. Nabi Muhammad saw bersabda  ”Siapa yang memiliki anak, maka hendaklah ia menjadi anak pula”. Dalam arti, hendaklah ia memahami, menjadi sahabat dan teman bermain anaknya. Di kali lain, Rasulullah saw bersabda: ”Siapa yang menggembirakan hati anaknya, ia bagaikan memerdekakan hamba sahaya. Siapa yang bergurau untuk menyenangkan hatinya, maka ia bagaikan menangis karena takut kepada Allah”.

Permainan dalam pembelajaran tidak hanya sekedar permainan atau hanya untuk mengisi kekosongan waktu. Permainan sebaiknya dijadikan sebagai bagian dari proses belajar. Permainan dirancang menjadi suatu aksi yang dialami sendiri oleh siswa kemudian dalam proses refleksi, disimpulkan untuk mendapat hikmah yang mendalam. Smart game adalah permainan yang dirancang sedemikian rupa untuk meningkatkan kecerdasan anak didik.

Banyak bentuk permainan kreatif dan edukatif untuk anak. Yudha Kurniawan dalam bukunya ”Smart Games for Kids” menyebutkan 35 jenis permainan kecerdasan untuk anak, yaitu: tepuk nama; sebanyak mungkin; mengingat aku; DOR; pulpen dan pensil; menggambar bangun; keluarga burung; menuliskan kekuatan pribadi; menghitung acak; acak gambar; tes tiga menit; cerita berantai; pesan berantai; pijat palu babat; operasi angka berantai; memilih bangun; konsentrasi titik; mengurut usia; presentasi kelompok; penjahat dan polisi; gajah, jerapah, dan pohon kelapa;  buah apel; tangan kusut; melewati rintangan kecil; pesan dari bola; cari tempat; sentuhan suara; tebak batu; sesuatu dari sarung; berdiri bersama-sama; gangsing hidup; kata-kata sulit; mengangkat bersama; arah mata angin; mendengar bunyi dan mencium bau.

Agar siswa menguasai  KD tentang mengerti makna iman kepada malaikat-malaikat Allah berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan alam sekitar, metode permainan yang digunakan adalah permainan tepuk malaikat. Langkah-langkah permainan tepuk malaikat  sebagai berikut:

Pertama, Guru membagikan handout “tepuk malaikat”. Sebelum pembelajaran dimulai guru sudah mempersiapkan teks materi berupa hand out tepuk malaikat yang kemudian dibagikan kepada siswa.

Kedua, Siswa melakukan permainan tepuk malaikat  dengan bimbingan guru. Siswa dibantu oleh guru bersama-sama untuk mempraktikkan  permainan tepuk malaikat sesuai perintah pada teks materi yang sudah dibagikan kepada siswa.

Ketiga, Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Setelah bersama-sama berlatih mempraktikkan permainan tepuk malaikat  kemudian siswa dibagi dalam beberapa kelompok kecil.

Keempat, Siswa melakukan permainan tepuk malaikat antar kelompok dengan model tanya jawab. Melalui kelompok kecilnya siswa melakukan permainan tepuk malaikat antar kelompok dengan model tanya jawab secara bergantian dengan kelompok yang satu menyebutkan nama malaikat-malaikat Allah sedangkan kelompok lainnya  menjawab  tugas-tugasnya secara bergantian.

Kelima, Siswa melakukan permainan tepuk malaikat bersama teman sebangku dengan model tanya jawab. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk melakukan permainan tepuk malaikat bersama teman sebangku dengan model tanya jawab siswa yang satu bertepuk menyebutkan nama malaikat-malaikat secara satu persatu dan teman lainnya menjawab setiap tepukan dengan tugas-tugasnya dan juga saling bergantian.

Keenam, Refleksi dan kesimpulan. Setelah dilakukan secara berulang-ulang mulai dari permainan dengan kelompok kecil dan permainan dengan teman sebangku maka guru bersama siswa melakukan refleksi dan kesimpulan dari materi yang sudah disampaikan pada siswa serta menanyakan kesulitan apa yang dialaminya untuk diambil jalan keluar dalam perbaikan pembelajaran berikutnya.

Dengan menggunakan metode pembelajaran ”Smart Game” tepuk malaikat maka dapat meningkatkan hasil belajar PAI  siswa Sekolah Dasar terutama dalam penguasaan materi Kompetensi Dasar tentang mengerti makna iman kepada malaikat-malaikat Allah berdasarkan pengamatan terhadap dirinya dan alam sekitar.

Penulis Guru SD N 1 Bodaskarangjati Kecamatan Rembang

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!