by

Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Tunggu Izin Penetapan Lokasi dari Sri Sultan  

Izin Penetapan Lokasi (IPL) jalan Tol Jogja-Solo dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X belum terbit. Diharapkan, setelah IPL turun maka proses pematokan “rute of way” (ROW) dan tahapan lainnya mulai pengukuran ricikan, inventarisasi bangunan dan tanaman pematokan ROW, musyawarah harga, pembayaran hingga pelepasan hak serta sertifikasi bisa dilakukan.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Yogyakarta-Solo, Galih Alfandi menuturkan, Penyelesaian konsultasi publik yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 sudah selesai dilakukan

“Setelah seluruh tahapan konsultasi publik selesai. IPL Jalan Tol Yogyakarta-Solo ditargetkan dapat turun pada Juli 2020. Kami masih menunggu terbitnya IPL,” katanya Ia mengatakan, diharapkan IPL bisa turun pada Juli sesuai target tahapan rencana pembangunan jalan yang sudah dijadwalkan. Jika IPL sudah diterbitkan maka seluruh kegiatan lanjutan terkait proyek tersebut akan dilanjutkan sesuai protokol kesehatan.

“Setiap kegiatan nantinya, kami tentu menerapkan protokol kesehatan. Mulai memakai masker, cuci tangan dan lainnya,” katanya.

Proses konsultasi publik jalan tol Yogyakarta-Solo terpaksa dihentikan saat pandemi Covid-19 pada Maret lalu. Dari 13 desa yang dilewati tol Yogyakarta-Solo hanya delapan desa yang saat itu belum menggelar konsultasi publik. Delapan desa tersebut meliputi Desa Tirtomartani, Maguwoharjo, Condongcatur, Caturtunggal, Sariharjo, Sinduadi, Trihanggo dan Tlogoadi.

Kepala Dinas Dispertaru DIY Krido Suprayitno mengatakan kelanjutan konsultasi publik selama pandemi Covid-19 dilakukan dengan tidak mengumpulkan warga tetapi digelar secara “door to door”.

Exit Tol Menuju Manisrenggo Lewat Kawasan Maguwoharjo

“Delapan desa tersisa yang terkendala situasi dan kondisi pandemi Covid-19 sudah selesai pelaksanaan konsultasi publiknya. Kami tetap memerhatikan prosedur protokol kesehatan. Hasilnya baru saya rekap,” kata Krido.

Krido mengatakan, dengan skema konsultasi publik seperti itu ke depan diharapkan tahapan-tahapan kegiatan rencana pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo tidak terganggu atau masih sesuai jadwal yang ditentukan.

 

Comment

Feed Berita