by

Pembanguan Jalan Tol Jogja-Bawen Segera Direalisasikan. Pengadaan Lahan Disosialisasikan di Sleman 

-Bisnis, Update-dibaca 4.48Rb kali | Dibagikan 66 Kali

Pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen segera direalisasikan. Pembangunan jalan tol ini akan melewati tiga kecamatan di Kabupaten Sleman sepanjang kurang lebih 7,65 kilometer. Kecamatan yang dilewati yaitu Kecamatan Tempel meliputi Desa Banyurejo 166 bidang tanah, Tambakrejo 88 bidang tanah, dan Sumberrejo 12 bidang tanah. Kecamatan Seyegan meliputi Desa Margokaton 190 bidang tanah, Margodadi 76 bidang tanah dan Margomulyo 106 bidang tanah.

Sementara itu untuk Kecamatan ketiga yaitu Kecamatan Mlati hanya melewati Desa Tirtoadi sebanyak 277 bidang tanah.

“Wilayah Desa Tirtoadi sebagian ada yang masuk pembangunan Tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen,” tutur Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Suprayitno saat sosialisasi yang diselenggarakan di Aula Lantai III Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu, dihadiri oleh camat dan kepala desa di Kabupaten Sleman yang wilayahnya dilewati tersebut, OPD terkait dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak (BBWSO).

Ia mengatakan dalam sosialisasi ini pihaknya memberikan informasi pengenalan trase Tol Jogja-Bawen yang menjadi gambar definitif untuk mengadakan sosialisasi lebih lanjut. Dasar pengadaan tanah ini adalah UU Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Menurutnya, pembangunan Tol Jogja-Bawen merupakan program strategis nasional.

“Sedangkan untuk penyelenggaraan pengadaan tanah baru tahap persiapan,” katanya.

Ia mengatakan dalam pembangunan tol tersebut pihaknya melibatkan BBWSO karena trase Tol Jogja-Bawen melewati atas saluran Selokan Mataram.

“Kami juga melibatkan Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman karena harus melakukan sosialisasi dan konsultasi publik dengan protokol kesehatan yang ditargetkan mulai hari ini,” katanya.

Bupati Sleman, Sri Purnomo berharap, dalam sosialisasi pembangunan Tol Jogja-Bawen ini masyarakat bisa memahami secara komprehensif bahwa pembangunan tol ini merupakan program pembangunan nasional untuk kepentingan umum.

“Saya berharap masyarakat bisa menerima dan mendapatkan kemanfaatan yang lebih baik. Ketika tanah mereka kena pembangunan tol ini mereka akan mendapatkan ganti untung,” katanya.

 

 

Comment

Berita Lainnya