Pemakaman Al Ma’la yang Bersejarah, Tempat Mbah Moen Dimakamkan

By: On: Dibaca: 48,349x
Pemakaman Al Ma’la yang Bersejarah, Tempat Mbah Moen Dimakamkan

Jenazah Ulama besar Nahdlatul Ulama (NU) Kyai Haji Maimun Zubair dimakamkan di  Al-Ma’la yang bersejarah Mekkah.

Baca Juga : Mbah Moen Kyai NU Wafat di Mekah

Kyai Haji Maimoen Zubair atau Mbah Moen wafat saat melakukan rangkaian ibadah haji di Kota Suci Mekah al-Mukarromah, hari ini, Selasa (6 Agustus 2019) jam 04.17 WIB.

Baca Juga : Jenazah KH Maimun Zubair Dipastikan Dimakamkan di Mekkah

Jenazah Mbah Moen dimandikan di kompleks Masjid Al-Muhajirin, Mekah. Lalu disemayamkan di kantor Daerah Kerja (Daker) Mekah Kementerian Agama RI. Lalu bakda salat Zuhur kemudian disalatkan di Masjidil Haram

Baca Juga : KH Maimun Zubair, Figur Faqih dan Muharrik

Setelah disalatkan, Mbah Moen akan dimakamkan di pemakaman Al-Ma’la, Mekah. Administrasi terkait jenazah Mbah Moen diurus langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Baca Juga : Warga Muhammadiyah Turut Berduka Mustasyar PBNU KH Maimun Zubair Wafat

Pemakaman Al Ma’la yang bersejarah

Al Ma’la dikenal sebagai salah satu kompleks pemakaman bersejarah, karena keluarga Nabi Muhammad SAW disemayamkan di sini. Al-Ma’la terbentang di dataran tinggi bukit Jabal As-Sayyidah, perkampungan Al-Hujun, yang letaknya tidak jauh dari Masjidil Haram. Kira-kira jaraknya hanya sekitar 1,1 km arah utara dari Masjidil Haram.

Dalam buku ‘Ensiklopedia Fiqih Haji dan Umrah’ karya Gus Arifin, beberapa anggota keluarga Nabi dimakamkan di Al-Ma’la. Adapun mereka adalah istri pertama Nabi Siti Khadijah, paman Nabi Abu Thalib, dan kakek Nabi Abdul Muthalib. Pemakaman ini juga dikenal sebagai makam leluhur Nabi, yakni keluarga besar Bani Hasyim.

Penjelasan buku tersebut diperkuat oleh Howard Kramer dalam laman The Complete Pilgrim. Dia menjelaskan bahwa Siti Khadijah, Abu Thalib, dan Abdul Muthalib dimakamkan di Al-Ma’la. Hal ini dikarenakan pada saat itu Al-Ma’la memang menjadi tempat pemakaman pilihan masyarakat Mekah.

Howard menjelaskan, bentuk makam Al-Ma’la tidak terlalu besar, bahkan lebih kecil dari makam yang ada di Madinah. Dulunya, Al Ma’la dipenuhi dengan marmer yang indah dan batu putih, dan tempat-tempat suci yang menandai makam Khadijah, Abu Talib, dan lainnya.

“Sekarang tanda-tanda itu sudah tidak ada. Dinding batu putih panjang membatasi situs itu, yang dipenuhi dengan barisan batu kecil yang rapi, mencatat lokasi di mana orang mati dikuburkan, tetapi tanpa identifikasi,” tulis Howard.

Selain itu, ulama Indonesia Syeikh Nawawi al-Bantani pun dimakamkan di sini. Sedangkan dalam buku ‘Umrah Sambil Belajar Sirah’ karya Hepi Andi Bastoni, pemakaman ini juga dikenal sebagai Jannatul Ma’la, yang artinya surga Al-Ma’la.

Dulu, di pemakaman ini ada kubah besar yang menaungi makam Siti Khadijah. Para peziarah jadi lebih mudah menemukan pemakaman ini. Tetapi oleh pemerintah Arab Saudi, kubah itu diratakan agar tak dikeramatkan oleh peziarah.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!