by

Pedagang Asongan Terminal Kota Tegal Luncurkan Buku Antologi Puisi

-Pendidikan, Update-dibaca 3.32Rb kali | Dibagikan 14 Kali

Kreatifitas dan inovasi adalahn salah satu bagian dari kemampuan manusia. Kreatifitas tidak mengenal usia ataupun strata sosial, semua orang memiliki daya kreatifitasnya masing-masing. Termasuk para pedagang asongan di terminal Bus Kota Tegal yang kini telah meluncurkan buku antologi puisi berjudul Balada Wong Stanplat di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti komplek terminal.

Pengelola TBM Sakila Kerti, Yusqon, mengatakan para pengasong yang menulis puisi merupakan warga belajar kejar paket di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Sakila Kerti. Dalam acara peluncuran sekaligus Peringatan Hari Literasi Internasional itu, digelar secara sederhana dalam situasi pandemi COVID-19. Selain dihadiri pengasong dan warga terminal, hadir pula para pegiat literasi dan duta baca.

“Dibimbing mahasiswa UPS (Universitas Panca Sakti), pengasong membuat puisi sesuai aktivitas sehari-hari. Alhamdulillah buku (telah) diterbitkan, bahkan ISBN. Jadi kalau dulu awalnya hanya bisa membaca, sekarang sudah bisa menulis,”ujarnya kepada siber lintas24.com, Selasa (08 September 2020).

Duta Baca Kota Tegal, Dyah Probondari, yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, pihaknya bersama pegiat litetasi terus berusaha mengembangkan minat baca untuk memberantas buta aksara di Kota Tegal.

“Kita terus mendorong sarana penyediaan pojok baca atau sarana baca di Kota Tegal. Ke depan arahnya ke pengembangan memanfaatkan ke akses internet. Pengentasan ini berdampingan dengan literasi. Kami dari Duta Baca terus mendukung dari sisi literasi,”tuturnya.

Di sisi lain, salah satu pengasong yang menulis antologi puisi, Anisah (50) mengatakan, puisi yang ia tulis menggambarkan aktivitasnya sebagai pedagang gorengan, yang setiap hari harus naik turun bus menjajakan dagangan.

“Alhamdulillah, di sini saya sekolah Kejar Paket A. Dulu pernah sekolah sampai kelas 3 SD. Sekarang sudah bisa baca dan menulis (puisi), bahkan mulai mengaji jilid,”ungkapnya.

Editor : Rizky Riawan Nursatria

Comment

Berita Lainnya