PBC Gelar Kelas Bisnis “UMKM Gayeng, Ora Puyeng”  

By: On: Dibaca: dibaca 121.71Rbx
PBC Gelar Kelas Bisnis “UMKM Gayeng, Ora Puyeng”  

13266051_1021681087885415_3077556179316594473_n

Purbalingga Business Comunity (PBC) menggelar Kelas Bisnis dengan mengusung tema “UMKM Gayeng, Ora Puyeng”. di Hangout Bistro, Jumat (20 Mei 2016). Kegiatan ini diikuti oleh 13 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di Purbalingga.

Hadir sebagai pembicara Kelas Bisnis ini, Kasi Pembinaan dan Pengembangan UMKM pada Dinas Perindustiran, Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Purbalingga, Adi Purwanto

Ketua PBC Afit Setiyadi menjelaskan, Kelas Bisnis ini adalah usaha PBC untuk merangsang peningkatan level kualitas produk-produk asal Purbalingga. “Selain itu, kami juga ingin kualitas SDM pelaku UMKM terus tumbuh,” kata Afit.

Lebih jauh lagi, Kelas Bisnis ini juga didorong untuk menjadi jembatan para pelaku UMKM saling berkolaborasi. “Dengan demikian iklim inovasi dan persaingan akan mengarah ke sisi positif,” kata Afit menambahkan.

Kualitas UMKM

Sementara Adi Purwanto mengungkapkan, keberanian dan inovasi produk yang dilakukan UMKM di Purbalingga patut mendapat acungan jempol. Namun demikian, ternyata masih banyak pelaku UMKM yang belum mampu memetik buah manis pemasaran produk mereka.

“Pelaku UMKM di Purbalingga, masih baru sebatas mampu membuat produk yang bagus. Tapi belum mampu mengoptimalkan teknik pemasaran mereka,” kata Adi.

Di kelas terbatas itu, dijelaskan bahwa pelaku UMKM sejatinya sudah paham bagaimana cara berjualan, namun masih sebatas asal jualan. Mereka tidak berusaha melakukan pemetaan marketing secara menyeluruh.

Pemetaan marketing ini di antaranya meliputi siapa calon pembeli produk, bagaimana penerimaan pasar terhadap produk serupa, berapa harga yang bisa diterima konsumen, apa bedanya produk yang akan dikembangkan dengan pesaing dan bagaimana promosi yang cocok.

Pemetaan ini penting untuk mengetahui langkah tepat dalam mengambil kebijakan harga, jenis barang jualan, peletakan barang dan promosinya. “Tanpa tahu kondisi pasar dan kompetitor, kita tidak bisa tentukan strategi yang tepat,” kata Adi Purwanto.

Pada sesi diskusi di Kelas Bisnis, peserta lebih banyak menaruh fokus pada upaya mengatasi masalah managemen keuangan dan waktu bekerja serta sistem pemasaran. Teknis berjualan via dunia maya juga banyak ditanyakan.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!