by

Pasar Wisata Lohjinawi Desa Serayularangan Genap Setahun Berdiri. Ini Harapannya Ditengah Pandemi Covid-19

-Update, Wisata-dibaca 11.91Rb kali | Dibagikan 131 Kali

Genap setahun Pasar Wisata Lohjinawi Desa Serayularangan Kecamatan Mrebet menjadi satu rujukan destiniasi wisata di Kabupaten Purbalingga. Pasar yang terletak di belakang lapangan sebelah timur Puskesmas Serayularangan ini menyuguhkan aneka suguhan kuliner tradisional.

Menambah keunikan, di pasar ini menggunakan mata uang benggol untuk seluruh transaksi pembelian. Konsep go green juga menjadi keistimewaan pasar ini. Tidak ada plastik di sini. Suasana tradisionalnya terasa sekali, terdengar lantunan alat musik gamelan mengiringi lagu-lagu daerah.

Ya, pasar ini menjadi sebuah harapan besar semoga benar-benar membawa kemakmuran untuk masyarakat Desa Serayularangan. Nama Lohjinawi menjadi sebuah harapan besar membawa kemakmuran untuk masyarakat, dapat sumringah (gembira), bahagia lahir batin, walaupun ditengah kondisi pandemi Covid 19.

“Waktu malam hari kami pilih untuk tasyakuran memperingati satu tahun usia pasar wisata Lohjinawi. Kami ingin menghadirkan suasana baru. Dengan pendekatan ke kaum millenial tanpa meninggalkan nuansa tradisional yang menjadi ciri khas pasar wisata Lohjinawi,” kata Ketua Pasar Wisata Lohjinawi Ginanjar Noviono saat tasyakuran setahun Pasar Lohjinawi, Selasa (9 Februari 2021).

Ia mengungkapkan, dengan mengusung tagline “Pemudane Obah, Desane Sumringah, pihaknya berharap dengan bergeraknya para pemuda pemudi, para generasi muda di desa. Bisa membuat geliat positif dalam membangun desa

“Ini wujud syukur kami, karena masih diberi kesempatan untuk tetap bisa bertahan walaupun ditengah kondisi pandemi Covid 19, serta untuk tetap menyambung tali silaturahmi antar warga desa Serayularangan,” katanya

Kepala Desa Serayularangan, Fajar Prasetyo Utomo mengungkapkan, dengan usianya yang sudah memasuki satu tahun, diharapkan pasar Lohjinawi bisa menjadi satu jalan yang membantu meningkatkan perekonomian Desa Serayularangan di tengah situasi pandemi Covid 19.

“Selain itu, saya berharap Pasar Lohjinawi ini juga bisa menjadi pemicu semangat para pelaku UMKM di Desa Serayularangan, untuk tetap berjuang, dan memajukan usaha usaha yang dimiliki. Memang tidak mudah di tengah situasi pandemi Covid 19.  Semangat kekompakan dan kegigihan harus dijadikan modal utama untuk kemajuan kita semua,” ungkapnya

Baca Juga:  Imam Nahrawi Diduga Mengalirkan Uang ke Pihak Lain

Tasyakuran yang hanya dihadiri oleh pengelola, para pedagang Pasar dan  perwakilan masyarakat diisi dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, pemutaran film dokumenter perjalanan pasar wisata Lohjinawi dari awal berdiri hingga saat ini,  Tari Lenggok dari Sanggar Tari Sakya Nara, dan live akustik. Seluruh rangkaian acara ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua peserta tasyakuran dicek suhu, cuci tangan dan mengenakan masker.

.

Comment

Berita Lainnya