Papua Darurat Internet, Warganet Diimbau Tidak Ikut Mendistribusikan Informasi Elektronik Terindikasi Hoaks

By: On: Dibaca: dibaca 104.08Rbx
Papua Darurat Internet, Warganet Diimbau Tidak Ikut Mendistribusikan Informasi Elektronik Terindikasi Hoaks

Setidaknya, 33 konten dan total 849 tautan informasi hoaks dan provokatif terkait isu Papua telah diidentifikasi, divalidasi, dan diverifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)

“Ke-33 konten serta 849 tautan konten hoaks dan provokatif tersebut disebarkan ke ratusan ribu pemilik akun media sosial Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube,” kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu

Ia menjelaskan bahwa pemblokiran internet tersebut akan berlangsung sampai situasi dan kondisi tanah Papua kembali normal. Namun, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan menggunakan layanan panggilan telepon dan layanan pesan singkat/SMS.

“Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait. Pemerintah menyimpulkan bahwa meskipun situasi dan kondisi di beberapa kota dan kabupatan di Papua dan Papua Barat mulai berangsur-angsur pulih, namun distribusi dan transmisi informasi hoaks, kabar bohong, provokatif, dan rasis masih terbilang tinggi,”ungkapnya.

“Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di Papua dan Papua Barat, Kemkominfo mengimbau warganet di seluruh tanah air untuk tidak ikut mendistribusikan dan mentransmisikan informasi elektronik yang masih diragukan kebenarannya atau yang terindikasi hoaks atau hasutan yang dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA),” tuturnya.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!