by

Panwas Desa Kelurahan Diminta “Jemput Bola” Calon Pelamar PTPS untuk Cukupi Kuota

-Politik, Update-dibaca 6.98Rb kali | Dibagikan 26 Kali

Jajaran Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pengawas Desa/Kelurahan di Kabupaten Purbalingga diminta untuk proakif dalam menjaring pelamar Pengawas Tempat Pemungutan Suara TPS (PTPS) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Hal itu disampaikan Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah Gugus Risdaryanto saat melakukan supervisi proses rekrutmen PTPS di Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Kamis (8 Oktober 2020).

“Agar kuota minimal pendaftar terpenuhi, kalau perlu Panwascam dan Panwasdesa/Kelurahan turun ke wilayah untuk jemput bola,” kata pria kelahiran Banjarnegara di sela kunjungan.

Strategi ini, kata dia, merupakan solusi agar kuota minimal pendafar calon PTPS di masing-masing wilayah terpenuhi. Yakni minimal dua pelamar di satu TPS. Dengan begitu, Pokja Pembentukan PTPS nantinya tak perlu melakukan perpanjangan waktu untuk talent hunting. Meskipun hal ini diperkenankan dalam juklak juknis pembentukan PTPS.

“Ini akan lebih efektif dan efisien. Teman-teman juga bisa memaksimalkan waktu dalam pengawasan karena saat ini bersamaan dengan masa kampanye,” katanya.

Gugus mengingatkan, proses penerimaan, penelitian berkas lamaran PTPS yang saat ini berlangsung harus dilakukan dengan teliti dan saksama. Dimana petugas penerima berkas lamaran PTPS wajib melakukan pengecekan apakah calon pelamar masuk dalam data sistem informasi partai politik (sipol).

“Pastikan benar, pendaftar bukan anggota parpol. Atau dia telah keluar dari keanggotaan parpol sekurang-kurangnya lima tahun saat mendaftar sebagai pengawas TPS,” ujar bapak dua orang anak ini.

Terkait pemberdayaan perempuan, Koordinator Divisi Organisasi Bawaslu Jateng ini memberikan perhatian khusus. Ia meminta keterwakilan minimal 30 persen suara perempuan sesuai dengan amanat UU nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum bisa dipenuhi.

“Kita harus memberikan ruang yang luas dan ramah kepada perempuan dalam kehidupan politik dan publik,” ujarnya.

Ketua Bawaslu Purbalingga, Imam Nurhakim mengingatkan kepada para petugas rekrutmen PTPS untuk berhati-hati dalam penelitian berkas yang disampaikan oleh pelamar.

“Jangan sampai terlewatkan. Cek kelengkapan dan keabsahan berkas yang diserahkan,” kata dia.

Supervisi yang dilakukan oleh Bawaslu Jateng diikuti Kordiv SDM dan Organisasi Bawaslu Purbalingga, Setiawati

 

 

Comment

Berita Lainnya