Pagar Nusa Purbalingga Tuntut Pembuat dan Penyebar Video Hoaks Atraksi Yang Memakan Korban Minta Maaf

By: On: Dibaca: dibaca 555x
Pagar Nusa Purbalingga Tuntut Pembuat dan Penyebar Video Hoaks Atraksi Yang Memakan Korban Minta Maaf

Baca Juga : Hoaks, Pesilat Pagar Nusa Purbalingga Meninggal Saat Atraksi

Ketua Pagar Nusa Purbalingga Muhamad Abdul Kholiq Mukhlis atas nama kelembagaan menuntut mereka yang telah mengunggah video viral atraksi yang memakan korban dengan narasi bohong untuk meminta maaf. Pasalnya, unggahan itu terang-terangan mencantumkan nama Pagar Nusa Kabupaten Purbalingga.

“Meminta maaf secara tertulis atau terbuka kepada organisasi yang dipimpinnya. Ini menyangkut nama organisasi nasional. Kami minta pembuat dan penyebarnya meminta maaf,” jelas Mukhlis

Sebelumnya unggahan sebuah video atraksi perempuan pesilat di media sosial membuat heboh netizen. Rekaman amatir itu memperlihatkan atraksi seorang gadis berpakaian hitam duduk bersila Di belakangnya, seorang pria memukul bata di atas kepala gadis itu menggunakan palu sehingga bata hancur.Atraksi selesai, perempuan pesilat itu berjalan meninggalkan arena bersama rekannya

Persoalannya, video ini diunggah beberapa pemilik akun media sosial bersama kabar duka cita yang memuat foto seorang gadis berpakaian pesilat. Beberapa status atau kepsen yang diunggah mengaitkan video dan foto tersebut saling berhubungan. Narasi atau teks di status tersebut relatif mirip, mencantumkan nama Pagar Nusa Kabupaten Purbalingga.

Satu di antaranya diunggah pemilik akun Angelia Dian Putri: Akhirnya meninggal saudara”…membuktikan bahwa kepala fungsinya buat mikir…bukan utk dipalu…nyalahi kodrat (Pagarnusa Indonesia Kabupaten Purbalingga)

Mukhlis merasa nama baik Pagar Nusa Indonesia, khususnya Pimpinan Cabang Purbalingga, tercemar karena persebaran informasi oleh pihak tak bertanggung jawab itu.

Mukhlis menegaskan, gadis dalam foto yang semasa hidupnya aktif di Pagar Nusa itu bukan meninggal karena atraksi. Almarhumah berpulang setelah mengalami kecelakaan lalu lintas pada April 2019 lalu saat berangkat pengajian. Di sisi lain, atraksi dalam video tidak dilakukan oleh Pagar Nusa Purbalingga.

Trisnanto, Ketua Lesbumi lembaga kebudayaan Nahdlatul Ulama (NU) Purbalingga yang kali pertama melakukan protes di media sosial memastikan lokasi atraksi itu bukan di wilayah Purbalingga.

Trinanto sudah menanyakan kebenaran informasi dalam video itu kepada kalangan pengurus NU Purbalingga. Pihaknya pun berkeberatan atas beredarnya video hoaks yang mencantumkan nama Pagar Nusa Purbalingga.

“Saya sudah lama dengar isu itu. Di Purbalingga tidak ada. Kalau ada pasti sudah ramai di masyarakat sini. Karena tak mengetahui peristiwa dan lokasinya, ia pun tak paham kebenaran informasi itu,” tegasnya.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!