Owabong Waterpark Purbaingga Gelar Tradisi Bersih Sumber

By: On: Dibaca: 17,861x
Owabong Waterpark Purbaingga Gelar Tradisi Bersih Sumber

Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong)  Waterpark Purbalingga menyelenggarakan kegiatan tradisi pensucian menghadapi bulan puasa atau ‘Bersih Sumber’. Tradisi ini diadakan dengan cara arak-arakan hasil bumi, tumpeng dan jajan pasar yang dilakukan oleh karyawan Owabong Waterpark.

Manajer Operasional dan HRD Owabong, Tonang Bangun Widiantoro menjelaskan, tradisi ‘Bersih Sumber’ ini merupakan tradisi rutin yang dilakukan setiap tahun menjelang Puasa Ramadhan. Menurut Tonang, ‘Bersih Sumber’ ini mengandung makna pensucian dimana tidak hanya sesorang yang perlu membersihkan diri melainkan juga tempat terlebih Owabong memiliki tujuh sumber yang selama ini menjadi sumber air untuk objek wisata Owabong.

“Dengan adanya arak-arakan hasil bumi atau gunungan tadi, kita juga berbagi rejeki, ya pada intinya kita berbagi rejeki dengan warga sekitar,” kata disela-sela kegiatan kepada lintas24.com, Jumat (3 Mei 2019).

Ia menuturkan ada tujuh sumber mata air atau dikenal dengan istilah tuk di Owabong Waterpark yang meliputi Tuk Cipawon, Tuk Cikupel, Tuk Cidandang, Tuk Cidomas, Tuk Mudal Sari, Tuk Cilumpang dan Batu Kambang. Ketujuh tuk tersebut sampai saat ini masih menjadi sumber mata air Owabong Waterpark yang seluruhnya berada di dalam objek wisata.

“Karena kita objek wisata sini sumbernya adalah mata air yaitu ada tujuh sumber mata air ya kita bersihkan tempatnya sehingga di tahun-tahun selanjutnya sumber mata air ini bisa terus mengalir,” ujar Tonang.

Ia mengatakan tradisi ‘Bersih Sumber’ ini selalu dikemas dengan kegiatan yang berbeda-beda. Di tahun ini, Owabong Waterpark tidak hanya melakukan arak-arakan hasil bumi, tumpeng dan jajan pasar melainkan juga melakukan cukur gundul bagi 18 karyawan Owabong Waterpark.

“Kalau tadi ada 18 orang yang kita cukur rambut gundul, karena kita Owabong lahirnya pada tanggal 18 sehingga pesertanya ada 18 karyawan yang dicukur,” tutur Tonang.

Tidak hanya itu, pada saat arak-arakan pun ada ritual pengambilan tujuh sumber mata air yang dilakukan oleh tujuh orang putri. Kemudian adanya gunungan hasil bumi, tumpeng dan jajan pasar pada kegiatan tadi sebagai bentuk rasa syukur atas rejeki yang dilimpahkan pada Owabong.

“Kita mengucap syukur atas semua yang diberkahi ke kita, makanya tadi ada gunungan buah, sayur dan sebagainya hasil bumu itu karena kita juga ingin berbagi dengan masyarakat,” katanya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!