by

Orangtua Siswa di Bekasi Menolak Sekolah Tatap Muka  Dilaksanakan

-Pendidikan, Update-dibaca 2.88Rb kali | Dibagikan 24 Kali

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah 13 Juli 2020 mendatang. Sejumlah orangtua siswa di Kota Bekasi menolak karena mengaku khawatir dengan rencana Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ini. Padahal, kasus covid-19 belum dapat dikendalikan sepenuhnya dan akan menjadi bencana yang lebih besar.

“Menurut saya agak aneh kebijakan Pak Wali Kota yang dikeluarkan itu. Mengizinkan pembukaan sekolah. Jangan alih-alih new normal, kita tutup mata sama fakta yang ada sekarang,” tutur Maria orang tua siswa di bangku SMA.

Ia mengungkapkan, pihak sekolah tidak mengalami kerugian apa-apa jika anak-anak didiknya tetap belajar secara daring dari rumah. Toh, ia tetap mengeluarkan biaya bulanan.

“Ini sekolah tiap bulan tetap bayar normal kok, kenapa ngotot banget maksain anak-anak ke sekolah? Malah bikin mereka terancam kena Covid-19. Kecuali Orang-orang masuk kerja lagi karena alasan ekonomi oke-lah apa boleh buat,” katanya

Hal senada diungkapkan Somiatin. Ia meminta Wali Kota untuk membatalkan rencana tersebut karena hanya akan menambah risiko dan memperburuk keadaan. Lain halnya apabila kasus Covid-19 di Indonesia sudah menunjukkan laju penurunan.

“Saya sebagai seorang ibu. Tentu  menolak. Kalau bisa jangan dulu deh kasih izin masuk ke sekolah. Kalau dia bilang di Bekasi sudah aman Covid-19, itu kan dari data yang kena sama sembuh, bukan deteksi virusnya sendiri. Virus ini enggak keliatan, siapa yang tahu dia ada di mana. Sementara anak-anak ini paling rentan kena,” katanya

Sebelumnya, wali kota yang akrab disapa Pepen itu memberi pernyataan bahwa pihaknya siap memberi izin pembelajaran secara tatap muka di sekolah dengan aturan protokol kesehatan yang ketat. Adapun Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi belum memberikan tanggapan terkait hal ini.

 

 

Comment

Berita Lainnya