by

Oji-Jeni Kalah 50.006 Suara dari Tiwi-Dono di Pilkada Purbalingga. 198.824 Pemilih Tak Gunakan Haknya

-Politik, Update-dibaca 3.21Rb kali | Dibagikan 17 Kali

Pemungutan suara di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purbalingga 9 Desember 2020 telah rampung dilaksanakan. Hasil Rapat Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Tahun 2020 di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Purbalingga, Selasa (16 Desember 2020) menunjukan, Pasangan calon (Paslon) nomor urut satu Mohamad Sulhan Fauzi dan Zaini Makarim Supriatno (Oji-Jeni) kalah suara dari Paslon Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga nomor dua, Dyah Hayuning Pratiwi dan Sudono (Tiwi-Dono)

Kekalahan Oji-Jeni yang diusung koalisi PKB, Partai Gerindra, PPP, Partai Nasdem dan Partai Demokrat hanya terpaut 50.006 suara atau 9,48 persen dengan Towo-Dono. Oji-Zeni meraih suara 238.735 atau 45,26 persen dan menang di 2 dari 18 Kecamatan yakni Kecamatan Purbalingga dan Karangreja. Sedangkan, pasangan nomor urut 2 Tiwi-Dono yang diusung koalisi PDIP, Partai Golkar, PAN dan PKS meraih 288.741 suara atau sebesar 54,74 persen dan unggul di 16 Kecamatan.

Angka partisipasi jumlah pemilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga 2020 mencapai 73,26 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPTebanyak 743.546 pemilih. Partisipasi ini naik 13,26 persen dari Pilkada 2015 sebesar 60 persen. Sebanyak 26,74 persen atau 198.824 pemilih tidak berpartisipasi dalam pemungutan suara. Jumlah suara sah 527.476 suara dan suara tidak sah 1724 suara.

Ketua Tim Pemenangan Oji-Jeni, Adi Yuwono menuturkan, paslon Oji-Jeni menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang mendukung. Termasuk kepada 238.735 suara masyarakat, yang dirasa sudah cukup membanggakan. Meskipun kalah dalam kontestasi kali ini, Oji-Jeni tetap ingin memberikan kontribusi kepada kota Perwira.

“Kami mengakui kekalahan Oji-Jeni di Pilkada Purbalingga. Bagaimanapun kontestasi politik telah selesai. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari segenap parpol koalisi, relawan, dan simpatisan kami,” katanya

Baca Juga:  Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi: Tempat Ibadah Boleh Kembali Laksanakan Kegiatan, Harus Bersurat ke Tim Gugus Tugas Kabupaten Dulu

Oji mengatakan, bahwa dirinya masih sangat awan di dunia politik. Pengalaman pertamanya ini, dirasakan menjadi pembelajaran. Tidak menutup kemungkinan, ke depan akan berkecimpung di dunia politik lagi.

“Saya akui, saya anak bawang, masih sangat awam untuk soal politik. Ini pengalaman pertama, dan saya banyak belajar pada senior di Purbalingga. Bicara ke depan, sepertinya masih terlalu dini, lihat saja nanti lah,” kata Oji didampingi Jeni.

Comment

Berita Lainnya