by

Oji-Jeni dan Tiwi-Dono Paslon di Pilkada Purbalingga Saling Lapor Dugaan Pelanggaran Kampanye

-Politik, Update-dibaca 5.05Rb kali | Dibagikan 17 Kali

Dua kubu pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Purbalingga 2020 ternyata sudah saling mengawasi pergerakan kampanye yang dilakukan. Mereka saling lapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten. Masing-masing melaporkan terkait dugaan pelanggaran kampanye.

Terbaru, tim Paslon nomer satu Muhamad Sulhan Fauzi-Zaini Makarim (Oji-Jeni) melaporkan dugaan pelanggaran ke Bawaslu. Dugaan pelanggaran kampanye ini terjadi pada kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSM), oleh PKK dan kader kesehatan setempat.

“Kegiatan ini di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Kalimanah merupakan kegiatan rutin setiap Jumat. Hanya saja, pada Jumat pekan lalu, selain pembersihan sarang nyamuk, juga dibagikan kaus yang ada atribut dari paslon nomor urut dua,” ungkap penghubung lembaga atau Liaison Officer (LO) Paslon nomor satu, Sukedi usai pelaporan di kantor Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Selasa (10 November2020) sore.

Ia mengungkapkan, program PSN sangat bagus, karena berhubungan dengan realisasi dari kegiatan pemerintahan desa bidang kesehatan. Sayangnya ditumpangi dengan pembagian kaos bahan kampanye paslon nomer urut dua.

“Oleh karena itu, kami datang ke sini (Bawaslu, red) untuk melaporkan dugaan pelanggaran kampanye oleh tim paslon nomor dua,” kata Sukedi.

Selain itu, lanjut Sukedi, dia juga menyayangkan kegiatan yang bersumber pada dana Pemerintahan Desa (pemdes) dan dilakukan oleh lembaga desa berupa PKK dan kader kesehatan.

“Nah, apa yang saya laporkan juga, kenapa kegiatan yang bersumber dari pemdes dan dilakukan oleh lembaga desa yaitu PKK ditumpangi kampanye,” kata dia.

Beberapa hari sebelumnya, Sekretaris Tim Pemenangan Kampanye Tiwi-Dono Karseno didampingi Tim Hukum Endang Yulianti, Happy Sunaryanto dan Herlinda, melapor ke Bawaslu. Pihaknya melaporkan dugaan pelanggaran kampanye oleh Paslon nomer dua pada acara Pengajian Minggu pagi. Berlangsung di Masjid Daais Salam Purwodadi Kelurahan Purbalingga Lor Kecamatan Purbalingga, Minggu (1 November2020).

“Calon Bupati (Cabup) Oji melakukan kampanye saat pelaksanaan pengajian Ahad pagi. Padahal sesuai aturan kampanye tidak boleh dilaksanakan di tempat ibadah. Namun, pihaknya menyesalkan mengapa Cabup Oji yang hadir dalam acara tersebut naik mimbar dan melakukan kampanye saat acara tersebut.,” kata Karseno.

Masing-masing laporan diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Purbalingga Imam Nurhakim. Terkait laporan tersebut, pihaknya masih akan mengkaji terlebih dahulu. Bawaslu memiliki waktu dua hari sejak pelaporan untuk pengkajian.

“Kami kaji dahulu, apakah pelaporan ini sudah memenuhi syarat formil dan materil sudah terpenuhi. Dan menentukan jenis pelanggarannya, kajian awal kami dua waktu dia hari,” katanya.

 

 

Comment

Berita Lainnya