Nova Aris Mustanto, Mantan Direktur PD Ventura Divonis 3 Tahun

By: On: Dibaca: 36,204x
Nova Aris Mustanto, Mantan Direktur PD Ventura Divonis 3 Tahun

Nova Aris Mustanto, Mantan Direktur Perusahaan Daerah (PD) Purbalingga Ventura, divonis hukuman 3 tahun penjara. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Purbalingga. Pada sidang tuntutan, jaksa meminta agar majelis hakim menghukum Nova selama 4 tahun penjara

Selain Nova, dua karyawan lainnya yakni Anik Widya Kusumawati mantan kasir dan bendahara, serta Krisnu Bangkit Winar Pradono mantan staf keuangan dan surveyor, divonis 2 tahun penjara dari tuntutan tiga tahun penjara

Vonis dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang awal pekan lalu. Mereka menjadi terdakwa kasus kredit fiktif PD Purbalingga Ventura. Ketua majelis hakim Antonius Widijantono menyatakan, ketiganya terbukti bersalah melanggar Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

“Vonis lebih rendah, JPU masih pikir-pikir. Kalau para terdakwa menerima putusan,” kata Kajari Purbalingga Nur Mulat Setiawan melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Meyer Volmar Simanjuntak, kemarin.

Yang menjadi pertimbangan hakim dalam memutuskan vonis, para terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan yang meringankan, para terdakwa berlaku sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum sebelumnya.

Sebelumnya, ketiga terdakwa ditahan pada 26 November 2018 oleh Kejari Purbalingga. Mereka ditetapkan sebagai tersangka pencairan kredit fiktif. Ada pengajuan kredit fiktif lebih dari 50 kelompok UMKM yang mereka karang sendiri unit usahanya.

Permufakatan negatif ketiga karyawan PD Ventura, dilakukan pada pertengahan tahun 2014-2016. Para terdakwa memalsukan pembukuan keuangan untuk mengelabuhi badan pengawas, auditor, maupun pemkab selaku pemilik modal. Sehingga laporan keuangan PD Purbalingga Ventura terlihat sehat dan imbang neraca keuangannya. Padahal uang penyertaan modal sudah digunakan para terdakwa untuk kepentingan pribadi.

“Selama tiga tahun ketiganya menguras uang milik Pemkab Purbalingga hingga Rp 1,7 miliar untuk memperkaya diri mereka,” tuturnya.

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!