Nikmatnya Sop Buntut Warung Joglo “Uti” Purbalingga

By: On: Dibaca: 188,466x
Nikmatnya Sop Buntut Warung Joglo “Uti” Purbalingga

Menikmati sajian makanan ini tidak perlu jauh-jauh harus ke rumah makan di luar kota. Para pecinta sop buntut bisa menemukan makanan bercita rasa ini di Warung Joglo “Uti” yang berlokasi dekat dengan PT. Wonjin di Kelurahan Karangsentul, Kabupaten Purbalingga.

Warung Joglo “Uti” ini baru buka beberapa waktu yang lalu. Menu spesial yang ditawarkan setiap harinya yakni sop buntut dan babat gongso yang diracik sendiri oleh pemilik usaha warung makan ini. Rasa sopnya terasa kesegarannya, kuahnya yang bening berpadu dengan racikan bumbu yang khas Warung Joglo “Uti” bisa membuat lidah berdendang.

Sita Indriani atau yang akrab disapa Ita pemilik usaha Warung Joglo “Uti” ini mengaku terinspirasi  membuka usaha tersebut dari kesehariannya yang memang bergelut dengan pemotongan hewan di pasar. Dengan dukungan sang suami, Wahyudiono yang berprofesi sebagai PNS pada Bidang Peternakan Dinpertan Purbalingga, ia berusaha membuat olahan sop buntut yang bisa dinikmati semua orang.

“Lagian saya sama suami itu kan kalau makan olahan daging itu kalau yang baunya sudah agak tajam gak bisa makannya, jadi ya berusaha ngolah sendiri yang kira-kira saya dan suami suka terus juga orang-orang suka,” ungkap Ita.

Resep yang digunakan untuk mengolah sop buntutnya pun merupakan resep turun temurun dari ibunya yang juga dicetuskan untuk menjadi nama pada usahanya “Uti” atau biasa dikenal dengan eyang uti. (nenek, Red). Nama “Uti” rupanya juga diambil dari huruf awalan tiga bersaudara yakni Umi, Tinuk dan Ita yang disingkat menjadi “Uti”.

Konsep usaha wanita kelahiran Purbalingga, 16 November 1972 mengangkat konsep rumahan ala Jawa. Ini terlihat dari konsep tempat makan yang bernuansa jawa ditambah dengan ornament-ornamen cantik khas Jawa. Belum lagi panorama sawah yang berada tepat di belakang warung joglo ini mengajak pengunjung merasakan sensasi makan di rumah sendiri.

“Dari konsepnya memang sengaja dipilih rumahan jawa, jadi biar serasa menikmati di rumah sendiri, jadi pengunjung merasa betah di sini (warung joglo “uti”, Red),” ujarnya.

Sop buntut dan babat gongso yang menjadi menu andalan warung joglo ini ternyata diracik sendiri oleh Ita. Walaupun ia juga mempekerjakan pekerja untuk membantunya mengelola usahanya tetapi ia tetap harus andil untuk meracik bumbunya sampai sajian sop buntut dan babat gongsonya siap untuk dinikmati pelanggannya.

“Kokinya saya pegang sendiri kalau gak nangani langsung rasanya ada yang kurang, saya sebenarnya gak takut rahasia dapurnya ketahuan malah dari dulu yang ikut saya ya tau resepnya tapi mungkin mereka yang gak pede, kan ada yang bilang beda tangan juga beda rasanya,” tambah Ita.

Ia berharap usahanya ini dapat terus maju dan berkembang dengan mempertahankan cita rasanya yang khas. “Rasa terutama yang paling penting kalau saya sehat insya allah untuk rasa akan tetap bertahan,” tuturnya.

Satu porsi sop buntut buatannya ia hargai Rp 25 ribu sedangkan satu porsi babat gongso spesial Warung Joglo “Uti” dibandrol harga Rp 20 ribu. Bagi pengunjung yang ingin menikmati sop buntut “Uti” ini bisa datang mulai pukul 10.00 hingga pukul lima sore.

Selain menu spesial sop buntut dan babt gongso, Warung Joglo “Uti” ini juga menawarkan aneka masakan khas Jawa yang meliputi oseng genjer, lodeh terong, ikan asin, tempe goreng, dan masih banyak menu lainnya.

“Rencananya juga nanti ada sop iga itu sih untuk variasi ke depannya, terus juga rencana pengin buat iga garang asem sama rawon, tapi mungkin tidak setiap hari ada,” pungkas Ita.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!