Nabila Putri Valensya – Teriakan dan Tendangan Bikin Lawan Bertekuk Lutut

By: On: Dibaca: dibaca 87.25Rbx
Nabila Putri Valensya – Teriakan dan Tendangan Bikin Lawan Bertekuk Lutut

DSC_6018

 

Menjatuhkan lawan tanding di arena pertandingan sudah menjadi kewajiban. Ia baru mengikuti pertandingan taekwondo sejak akhir 2016 lalu. Tetapi pundi-pundi medali telah berhasil diboyong pulang. Apa yang dikejar gadis 13 tahun ini?

 

Suasana bahagia masih terasa di rumah Nabila Putri Valensya di RT 04 RW 01 Kelurahan Purbalingga Wetan. Betapa tidak, salah satu atlet taekwondo Jagratara ini berhasil menjadi juara I dalam kejuaraan Taekwono Bupati Purbalingga Cup I tahun 2017 di Aula Candra Mahardika Batalyon 406 Candra Kusuma Purbalingga 19 Februari 2017.

Nabila Putri Valensya yang akrab disapa Bila terus berbagi cerita saat kejuaraan. Cerita yang dibumbui rasa bangga karena keberhasilan ini sebagai hadiah ulang tahun yang 13.

“Dalam bertanding, saya harus percaya diri dan wajib menjatuhkan lawan tanding saya.Namun harus penuh pertimbangan serta strategi, jangan keburu nafsu,”ungkap Bila yang ditemani kedua orang tuanya Adi Pamungkas dan Yuni Sulistianing Asih.

Gadis kelahiran Purbalingga, 15 Februari 2004 mengaku tertarik taekwondo dan bertalih semenjak duduk di kelas 4 SD Negeri 3 Purbalingga Wetan. Ia sangat bersemangat belajar taekwondo dan ingin berprestasi.

Salah satu penyemangat Nabila dalam meraih juara dalam olahraga taekwondo karena bercita-cita menjadi anggota Polri. Sejak tahun 2014 itu, ia berupaya mengumpulkan prestasi sebanyak-banyaknya agar menjadi portofolio ketika mendaftar masuk Polwan.

”Sejak usia delapan tahun, saya suka melihat Polisi Wanita karena terlihat berwibawa dan keren. Lalu menginjak SMP mulai memikirkan supaya bisa masuk Polisi. Sehingga mengumpulkan prestasi dari taekwondo agar mudah masuk Polisi,” ungkap siswi kelas 7C SMP Negeri 5 Purbalingga.

Gadis yang masih memegang sabuk kuning ini memiliki strategi andalan disamping mengandalkan jurus-jurus baku taekwondo saat bertanding. Strategi andalan ini dilakukan terus agar bisa membuat lawannya “bertekuk lutut” dalam pertandingan. Startegi itu adalah teriakan yang melengking keras ketika akan melakukan tendangan dengan menggunakan jurus Yeop chagi (tendangan samping dengan menggunakan pisau kaki)

Pengalaman yang masih terus ia ingat ketika menggunakan jurus Yeop chagi ketika melakoni pertandingan di Kejuaraan Nawacita Intitute Mox’s Open Seri II 2016 di Cibubur. Saat berhadapan dengan lawan tanding. Bila. pun langsung menggunakan jurus itu begitu wasit memulai pertandingan. Ia ingin mempersingkat waktu. Dan ternyata jurus langsung membuat lawannya bertekuk lutut alias tidak bangun.

”Saat itu saya mengeluarkan teriakan dan dibarengi tendangan Yeop chagi di awal pertandingan. Eh ternyata lawan saya langsung bertekuk lutut.Medali Emaspun saya pulang ,” jelas anak pertama dari dua bersaudara ini.

Mungkin lawan tandingnya turun mental ketika mendengar teriakan yang melengking, dan kaget tiba-tiba disusul tendangan Yeop chagi  yang tak terduga. Kesuksesan itu diulang Bila saat final Kejuaraan Kyorugi Under 44 kg Pra Kadet Putri Kelas Pemula, Magelang Open Taekwondo Championship Walikota Cup V Se Jawa-Bali dan Invitasi 3-5 Februari 2017 di Magelang. Berturut-turut ia mengeluarkan tendangan andalannya, deol chagi. Jurus itu membuahkan hasil. Ia bisa menang angka, namun masih harus puas menduduki Juara 2.

Dalam satu tahun ini, ternyata Bila nonstop dua kali mengikuti  Kejuaraan Kyorugi Under 44 kg Pra Kadet Putri Kelas Pemula, Magelang Open Taekwondo Championship Walikota Cup V Se Jawa-Bali dan Invitasi 3-5 Februari 2017 di Magelang menjadi juara 2 dan juara I dalam kejuaraan Taekwono Bupati Purbalingga Cup I tahun 2017 di Aula Candra Mahardika Batalyon 406 Candra Kusuma Purbalingga 19 Februari 2017.

Untuk menghindari munculnya rasa kurang percaya diri, Bila punya tips sendiri yang diajarkan  Ayahnya. Yakni tidak melihat bagan pertandingan agar tidak mengetahui siapa lawan selanjutnya. Dengan begitu, Bila bisa fokus memenangkan pertandingan, siapapun lawannya.

”Salah satu tips yang diajarkan Ayahnya yakni jangan pernah melihat bagan pertandingan. Itu agar tidak grogi,” kata gadis penikmat makanan pecel lele dan Spaghett.

Dalam satu minggu, setiap Senin-Jumat Bila rajin melakukan latihan di Taekwondo Jagratara Gedung Olahraga Mahesa Jenar Jalan Wirasaba Kelurahan Purbalingga Lor

Bila berharap kepada teman-teman kaum perempuan untuk mau bergabung dan membekali dengan olahraga beladiri di Taekwondo Jagratara

“Kemampuan membela diri akan sangat bermanfaat, agar kaum kita tak mudah dilecehkan. Mungkin juga kita dapat membantu orang lain ketika membutuhkan pertolongan kita,”ungkap pecinta mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ini.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!