Museum Soegarda Poerbakawatja Purbalingga Gelar Pelatihan Membuat Gerabah

By: On: Dibaca: 3,421x
Museum Soegarda Poerbakawatja Purbalingga Gelar Pelatihan Membuat Gerabah

Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja Purbalingga menggelar acara ‘Pekan Belajar Bersama di Museum’. Sebanyak 40 siswa SD/MI dari beberapa sekolah yang ada di wilayah Purbalingga mengikuti pelatihan membuat gerabah dari tanah liat.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga, Rien Anggraeni mengatakan siswa SD/MI yang mengikuti pelatihan membuat gerabah ini diberikan teori dan praktek langsung membuat gerabah dari tanah liat. Tidak hanya sekedar mempraktekan, para peserta juga bisa membawa pulang hasil karya yang dibuatnya ke rumah.

“Kami sediakan bahannnya dan mereka langsung praktek membuat setelah selesai dibuat mereka bisa membawa pulang gerabah buatan mereka,” kata Rien saat ditemui di Museum Prof Dr. R. Soegarda Poerbakawatja, Selasa (13 Agustus 2019).

Rien menjelaskan Tahun 2019, Museum Prof. Dr. Soegarda mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya. Dari total 435 museum yang terdaftar di Kemendikbud RI, Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja menerima DAK non fisik BOP museum dan taman budaya tahun 2019 bersama 110 museum lainnya.

“Sehingga pelaksanaannya ini berupa kegiatan-kegiatan antara lain pengelolaan koleksi, program publik, dan pemeliharaan aset dengan prosentase yang telah ditentukan,” ujarnya.

Pelatihan membuat gerabah yang masuk pada ‘Pekan Belajar di Museum’ merupakan awal kegiatan program publik yang mencakup tema belajar di museum. Kegiatan belajar di museum yang lain yakni kelas membatik, kelas menganyam anyaman, kelas kerajinan dari kulit, kelas fotogradi dan kelas menulis huruf jawa.

“Untuk masing-masing kelas narasumbernya berbeda dan juga pesertanya juga berbeda menyesuaikan tingkat kesulitan,” jelas Rien.

Pekan Belajar di Museum akan dilaksanakan mulau Selasa sampai Jumat (13-16 Agustus 2019) bertempat di Museum Prof. Dr. R. Soegarda. Ia berharap dengan adanya kegiatan seperti ini yang sasarannya untuk pelajar SD/MI, SMP/MTS maupun SMA se derajat sekaligus dapat memperkenalkan museum kepada para peserta.

“Jadi kita memang sengaja materi-materi yang diambil pada kelas belajar di museum materi yang langka dan tidak begitu dikenal oleh anak-anak sekarang, mudah-mudahan dengan adanya program DAK non fisik BOP museum dan taman budaya ini minimal dari sekian anak-anak yang mengikuti bisa mengenal budaya yang ada di Indonesia khususnya di Purbalingga,” pungkasnya

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!